Kasus George Floyd Bukti Kemunduran Champion Human Right di Negeri Paman Sam

Kasus George Floyd Bukti Kemunduran Champion Human Right di Negeri Paman Sam
DUNIA | 6 Juni 2020 18:33 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Pembunuhan George Floyd oleh seorang perwira polisi di Amerika Serikat menyulut kemarahan dunia. Dunia mengecam tindakan rasialisme aparat negara AS terhadap kaum minoritas berkulit hitam.

Bahkan, masyarakat sipil menggelar demonstrasi besar-besaran di negeri Paman Sam itu menuntut keadilan atas George Floyd. Demonstrasi tersebut berujung kerusuhan.

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sekaligus pengurus pusat Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Dewi Fortuna Anwar menilai kerusuhan yang terjadi di AS akibat tindakan rasialisme aparat negara terhadap warga berkulit hitam menunjukkan Presiden AS Donald Trump tidak bisa mengendalikan persoalan dalam negerinya. Padahal, AS sebagai salah satu negara adikuasa sebelum Perang Dunia II seharusnya menjadi contoh bagi negara lain.

"Sejak beberapa tahun terakhir ini, AS menghadapi kemunduran di dalam posisinya sebagai champion human right, champion demokrasi," kata Dewi dalam diskusi Trump dan Perkara Rasial yang Timbul-Tenggelam, Sabtu (6/6).

Selain mengalami kemunduran dari sisi HAM dan demokrasi, AS juga menciut dari kesehatan dunia. Menurut Dewi, hal itu ditandai dengan mundurnya AS dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

"AS juga memberikan berbagai ancaman terhadap gerakan-gerakan multilateral," sambungnya.

Dewi berharap, demonstrasi besar di AS akan memberikan dampak positif pada reformasi rasial dalam negeri. AS juga diharapkan bisa menjadi teladan bagi negara-negara lain di dunia dalam menjunjung tinggi prinsip HAM.

"Kita berharap ini mempersatukan mereka sehingga menjadi pemicu untuk perubahan yang lebih sistemik," ujarnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Aksi Justin Trudeau Ikut Berlutut Menentang Kematian George Floyd
Kasus Covid-19 di AS Diprediksi Meningkat Usai Unjuk Rasa Kematian George Floyd
74 Persen Warga AS Nilai Kematian George Floyd Berakar Masalah Ketidakadilan Rasial
Profil 4 Polisi Terlibat Pembunuhan George Floyd, Salah Satunya Baru Bertugas 4 Hari
Menhan AS Tolak Kerahkan Tentara untuk Hadapi Demonstran Kematian George Floyd

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5