Kebenaran WNI simpatisan ISIS yang ditahan Pasukan Kurdi belum bisa diverifikasi

DUNIA | 27 April 2018 16:26 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Direktur Perlindungan WNI dan badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya sudah menelusuri terkait kebenaran 15 WNI simpatisan ISIS yang saat ini ditahan pasukan Kurdi sejak Februari.

"Berita tersebut sudah lama sebenarnya. Kami kesulitan memverifikasi 15 orang yang disebut WNI tersebut. Pihak-pihak yang menyebutkan adanya 15 orang tersebut juga tidak memberikan data dan bukti yang lebih lengkap mengenai 15 orang tersebut," kata Iqbal saat dihubungi merdeka.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/4).

Iqbal juga menjelaskan bahwa sampai saat ini proses verifikasi terkait 15 WNI itu belum menemui titik terang.

"Kami sudah telusuri melalui kontak diantara 'WNI' tersebut dan melalui kontak lokal kami, tapi hingga saat ini belum bisa diverifikasi," jelasnya.

Meski demikian, pemerintah tidak berhenti berupaya untuk mencari kebenaran laporan tersebut. Beberapa kali pemerintah pun berhasil memulangkan WNI yang terjebak di Suriah.

"Kami pernah memulangkan 18 orang WNI sebelumnya dari wilayah yang sama. Saya sendiri turun langsung ke Raqqa. Itu perlu waktu 6 bulan. Tidak mudah beroperasi di daerah seperti itu," ujar Iqbal.

Sebelumnya Direktur program terorisme dan kontra terorisme dari Badan Pengawas Hak Asasi Manusia (HRW), Nadim Houry, mengungkapkan bahwa pada Februari lalu pasukan Kurdi menahan 800 perempuan dari berbagai negara yang merupakan simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Februari lalu.

Dari jumlah 800 orang itu, 15 di antaranya dilaporkan merupakan warga negara Indonesia sementara satu orang lain berasal dari Malaysia.


15 WNI perempuan simpatisan ISIS yang ditahan Pasukan Kurdi ingin pulang
Video remaja dukung ISIS bikin geger Malaysia
Temukan kuburan massal, petugas angkat puluhan mayat korban ISIS
63 Orang tewas terkena bom di pusat pendaftaran pemilih di Afghanistan
Israel hukum mantan orang Yahudi yang miliki hubungan dengan ISIS
Jasad Saddam Hussein hilang, diduga dipindahkan ke lokasi rahasia

(mdk/frh)