Kehendak Umat Muslim untuk Beribadah di Masjid Al-Aqsa Lebih Kuat dari Peluru Israel

Kehendak Umat Muslim untuk Beribadah di Masjid Al-Aqsa Lebih Kuat dari Peluru Israel
Bentrokan warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al Aqsa. ©REUTERS/Ammar Awad
DUNIA | 11 Mei 2021 03:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem mengatakan mereka bertekad untuk menikmati bulan suci Ramadan di dalam halaman masjid walaupun ada serangan terbaru dari Israel.

Banyak jemaah di dalam masjid terluka oleh pasukan Israel pada Jumat malam, tapi sebanyak 90.000 orang menuju Al-Aqsa pada Sabtu untuk beribadah pada malam Lailatul Qadar.

Banyak dari mereka datang dari jauh, dari Tepi Barat yang diduduki atau dari kota-kota di Israel yang dihuni mayoritas warga Palestina, walaupun bus-bus mereka dihalangi oleh polisi Israel. Banyak yang turun dan mulai jalan kaki menuju Yerusalem, yang kemudian dijemput orang Yerusalem Palestina dengan mobil mereka, mengangkut jemaah yang datang dari jauh menuju Al-Aqsa.

Mohammed Atiq, dari kota Jenin di Tepi Barat, mengatakan serangan hari Jumat di Al-Aqsa tidak menghalangi para jemaah.

“Mereka mulai berusaha membersihkan Al-Aqsa, berusaha merusak ibadah malam,” ujarnya kepada Middle East Eye, dikutip Selasa (10/5).

“Tapi kehendak para jemaah lebih kuat daripada peluru.”

Biasanya pada 10 malam terakhir Ramadan, Al-Aqsa sangat ramai. Banyak jemaah berdiam atau beriktikaf di dalam masjid, baik perempuan dan laki-laki lansia, yang diizinkan Israel masuk dari Tepi Barat selama bulan suci Ramadan, termasuk para pemuda yang melompat dari tembok pemisah.

Namun demikian, tahun ini Israel hanya mengizinkan jemaah Palestina yang telah divaksinasi untuk masuk masjid.

Baca Selanjutnya: Ketegangan di Yerusalem meningkat sepanjang...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami