Kekebalan Kelompok Tidak Menghentikan Covid-19 di Swedia

Kekebalan Kelompok Tidak Menghentikan Covid-19 di Swedia
DUNIA | 25 November 2020 15:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kekebalan kelompok atau yang lazim disebut herd immunity, sejauh ini tidak membantu Swedia dalam memerangi Covid-19.

Dilansir dari laman The Straits Times, Rabu (25/11) seorang ahli epidemiologi di Swedia mengatakan bahwa ada sedikit bukti kekebalan kelompok yang membantu Swedia memerangi virus corona.

“Masalah kekebalan kawanan sulit, kami tidak melihat tanda-tanda kekebalan pada populasi yang memperlambat penularan saat ini,” jelas Anders Tegnell dalam sebuah penjelasan di Stockholm, Selasa kemarin.

Tegnell juga mengatakan bahwa kekebalan kelompok sulit diukur dan bahkan mempertanyakan angka resmi. Otoritas Swedia telah memperjelas bahwa kekebalan bukanlah tujuan kebijakan, tetapi paparan negara terhadap virus menjadikannya kasus uji yang jelas untuk mengamati teori tersebut.

Orang Swedia lebih terpapar virus daripada mereka di tempat lain di wilayah Nordik, dan setiap ketiga Stockholmer yang diuji memiliki antibodi, menurut angka yang diterbitkan minggu ini. Itu setelah negara terkenal memilih untuk tidak melakukan karantina, dan sebaliknya mengandalkan tindakan sukarela.

Baca Selanjutnya: Studi OECD Dalam studi OECD...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami