Kekhawatiran AS dan Negara Barat Soal Penanganan Corona di Indonesia

Kekhawatiran AS dan Negara Barat Soal Penanganan Corona di Indonesia
DUNIA | 28 Februari 2020 06:18 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Wabah virus corona sudah merebak ke puluhan negara, termasuk ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Australia, Filipina. Namun hingga saat ini pemerintah Indonesia belum melaporkan ada kasus corona di Tanah Air. Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah negara asing tentang penanganan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi wabah corona.

Para pejabat di Kedutaan Amerika Serikat dan sejumlah diplomat Negara Barat menyampaikan kekhawatiran mereka kepada para pejabat Indonesia soal bagaimana RI menangani wabah corona. Mereka menyerukan perlunya pemerintah Indonesia lebih mempersiapkan diri dan menjalankan perlindungan terhadap wabah corona.

Sumber diplomatik mengatakan sejumlah duta besar negara barat termasuk dari AS sudah bertemu dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan menyampaikan kerisauan mereka itu.

Dilansir dari laman the Age, Rabu (26/2), pesan yang disampaikan para diplomat itu termasuk peringatan soal perlunya pemerintah RI bertindak aktif melakukan pendeteksian virus corona.

"Banyak rumah sakit tidak punya perlengkapan memadai, ranjang isolasi, dan pemindahan sampel yang aman," kata mereka.

1 dari 3 halaman

Secara Statistik Sangat Tidak Mungkin Ada Nol Kasus Virus Corona di Indonesia

sangat tidak mungkin ada nol kasus virus corona di indonesia rev1

Para diplomat dari Australia, AS, dan Kanada juga sudah mengadakan pertemuan untuk membahas belum adanya penyebaran virus corona di Indonesia.

Juru bicara Kedutaan AS mengatakan mantan dubes Joseph R. Donovan yang sudah menunaikan tugasnya pada 14 Februari lalu sudah mengingatkan menteri kesehatan Indonesia tentang wabah ini.

"Kami secara rutin bertemu dengan para pejabat pemerintah Indonesia dalam berbagai kesempatan yang berhubungan dengan 70 tahun kerjasama bilateral. Wabah virus corona terus berkembang dengan pesat dan seperti sejawat kami di Indonesia, kami memantau wabah ini dengan seksama," kata juru bicara kedutaan AS.

Marc Lipsitch, profesor Epidemiology di Universitas Harvard dalam makalahnya mengatakan secara statistik sangat tidak mungkin ada nol kasus virus corona di Indonesia.

Lipsitch mengatakan kepada Sydney Morning Herald dan the Age, dia sudah memperingatkan ada kemungkinan pandemik global yang menyebabkan 40-70 persen populasi dunia bisa terinfeksi corona, meski tidak berarti 40-70 persen itu semuanya akan sakit.

2 dari 3 halaman

136 Orang dari 270 juta jiwa

dari

Indonesia sejauh ini sudah memeriksa 136 orang untuk virus corona dari sekitar 270 juta penduduk.

Sebagai perbandingan, Singapura dengan 5,6 juta penduduk sudah memeriksa lebih dari 1.200 warga dan Malaysia dengan 31 juta jiwa sudah memeriksa lebih dari 1.000 orang. Di Australia yang berpopulasi 25 juta jiwa sudah memeriksa sebanyak 4.000 orang. Sebagian bahkan diperiksa beberapa kali.

Awal pekan ini, seorang turis Jepang didiagnosa mengidap corona setelah pulang dari Bali.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali melakukan disinfektan di kamar salah satu hotel, tempat warga negara Jepang yang dinyatakan positif terinfeksi Corona usai melakukan perjalanan ke Bali tersebut menginap.

"Iya ditemukan di satu hotel saja, di kamarnya menginap sudah disinfektan, dibersihkan dulu dan sementara di-off-kan dulu," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, Rabu (26/2).

3 dari 3 halaman

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona, kamar tersebut dikosongkan. Kemudian para pekerja yang pernah berinteraksi dengan warga Jepang itu diobservasi kesehatannya selama 14 hari.

"Sudah kita lakukan kontak tracking, pekerja di hotel yang kontak dengan pasien itu sudah diperiksa dan ditanya ada sakit apa tidak. Belum ada yang sakit demam, pilek dan sesak napas belum ada. Tapi tetap kita observasi sampai tanggal 4 Maret," imbuhnya.

Dia menyampaikan, disinfektan di kamar hotel itu sudah dilakukan pada Senin (25/2) lalu, dan para petugas melakukan pembersihan menggunakan pakaian khusus dan kaca mata pelindung. Hal itu sesuai dengan standar operasional antisipasi virus Corona.

"Jadi kita lakukan pengamatan epidemiologi tempat di mana dia menginap. Juga pada tamu-tamu dan pegawai hotel yang kontak erat selama dia di Bali. Kemudian juga travelnya. Kita cek dan kita observasi selama 14 hari sementara hasilnya nihil," ujarnya. (mdk/pan)

Baca juga:
Moratorium Umrah Belum Berdampak pada Penerbangan Solo-Madinah
Pemerintah Janji Carikan Solusi Tangkal Kerugian Jemaah Gagal Umrah
Arab Saudi Larang Umrah, 1.200 Jemaah Umrah Sulsel Batal ke Tanah Suci
Umrah Dihentikan Sementara, 150 Jemaah Palembang Tertahan di Singapura
438 Jemaah Umrah dari Juanda ke Arab Saudi Gagal Berangkat
Umrah Ditangguhkan, Jemaah WNI di Saudi Masih Bisa Ziarah ke Madinah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami