Kelompok Bersenjata Serang Kamp Militer di Niger, 18 Orang Tewas

DUNIA | 3 Juli 2019 13:14 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sedikitnya 18 orang tentara di Niger bagian barat tewas dan empat lainnya hilang setelah sekelompok orang diduga milisi Islamis meledakkan mobil dan menembaki kamp militer. Demikian disampaikan wakil dari tentara Niger, Selasa (2/7).

Penyerangan ini terjadi pada Senin sore di dekat kota Inates, dekat perbatasan Niger dengan Mali, yang menjadi lokasi para militan, dan di wilayah yang sama dengan lokasi penyergapan oleh ISIS cabang Afrika Barat yang menewaskan 28 tentara pada Mei lalu.

Niger menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT Uni Afrika yang akan berlangsung 6-9 Juli, berjarak kurang dari 200 km di ibu kota Niamey. Dalam persiapannya, Uni Eropa telah melatih pasukan Niger untuk menanggapi serangan militan. Demikian dilansir dari Reuters, Rabu (3/7).

Tentara Niger dalam pernyataannya menyampaikan, serangan dimulai dengan ledakan dua bom mobil sebelum penyerang tambahan mulai menembak dari sepeda motor. Pasukan 'mitra' tentara kemudian merespons dengan serangan udara untuk mendesak penyerang menuju perbatasan ke Mali.

Mantan kekuatan kolonial, Prancis memiliki lebih dari 4.000 tentara di wilayah Sahel Afrika Barat, wilayah semi-kering di selatan Sahara, dan kerap melancarkan serangan udara terhadap gerilyawan yang terkait dengan ISIS dan Al Qaeda.

Salah seorang sumber keamanan menyampaikan, sekitar puluhan kendaraan dicuri para penyerang. Para militan ini sebelumnya telah melancarkan serangan menggunakan kendaraan yang dicuri pada penyerangan sebelumnya.

Keamanan telah memburuk di wilayah Sahel dalam beberapa bulan terakhir karena serangan milisi dan pembalasan etnis yang mematikan akibat persaingan bidang pertanian dan komunitas penggembala, khususnya di Mali dan Burkina Faso.

Militan yang setia kepada Adnan Abu Waleed al-Sahrawi, pemimpin ISIS di Sahara Besar, beroperasi di sepanjang perbatasan Mali dengan Burkina Faso dan Niger. Pada tahun 2017, mereka membunuh empat anggota pasukan khusus Amerika Serikat dan empat tentara Niger dalam serangan di dekat desa Tongo Tongo. (mdk/pan)

Baca juga:
Fakta-Fakta Penembakan di Depan Masjid Prancis
Pengadilan Irak Vonis Perempuan Indonesia Penjara 15 Tahun karena Gabung ISIS
Kesaksian Mengerikan Para Korban Perbudakan Seks ISIS
Hati-Hati Begini Cara ISIS Rekrut WNI, Jangan Sampai Tergoda
Menhan Sebut Militan ISIS Kembali ke Negara Asal Jadi Ancaman Utama
Deretan Pengakuan Mengejutkan Para WNI yang Menyesal Gabung ISIS

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.