Kelompok HAM Korsel Cabut Penghargaan Diberikan Kepada Aung San Suu Kyi

DUNIA | 18 Desember 2018 17:31 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Salah satu kelompok hak asasi manusia terbesar Korea Selatan berencana mencabut penghargaan yang dianugerahkan kepada pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi pada 2004 lalu. Langkah itu dilakukan karena Suu Kyi dinilai 'tidak peduli' dengan kekejaman dilakukan militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya.

"Ketidakpeduliannya terhadap kekejaman menimpa warga Muslim Rohingya bertentangan dengan nilai-nilai yang diterapkan pada penghargaan itu, yakni melindungi dan mempromosikan hak asasi manusia," kata juru bicara Yayasan Memorial 18 Mei, Cho Jin-tae, dikutip dari AFP, Selasa (18/12).

"Dengan demikian, dewan yayasan memutuskan untuk menarik penghargaan itu," tambah Choi.

Yayasan ini didirikan pada 1994 lalu untuk memperingati pemberontakan pro-demokrasi 1980 di Gwangju. Pemberontakan tersebut berakhir dengan pertumpahan darah, di mana pasukan darurat militer menyebabkan lebih dari 200 orang terbunuh dan terluka.

Meski diwarnai pertumpahan darah, pemberontakan terhadap diktator militer Chun Doo-hwan ini membawa hasil berupa kembalinya demokrasi di negara tersebut tujuh tahun kemudian.

Sementara itu, bukan sekali saja penghargaan diberikan kepada Suu Kyi dicabut karena dinilai menutup mata terhadap kekejaman militer negaranya terhadap warga Muslim Rohingya. Bulan lalu, Amnesty Internasional menarik penghargaan berupa Duta Besar Hati Nurani yang dihadiahi kepada Suu Kyi dengan alasan sama. (mdk/ias)

Baca juga:
Dianggap Gagal Tangani Krisis Rohignya, Aung San Suu Kyi Diasingkan Selama KTT ASEAN
Mahathir Desak Myanmar Akui Status Kewarganegaraan Rohingya
Bertemu Aung San Suu Kyi, Mike Pence Sebut Penyiksaan Warga Rohingya Tak Termaafkan
Amnesty International Cabut Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi
Dianggap gagal tangani krisis Rohingya, Kanada cabut kewarganegaraan Aung San Suu Kyi
Kritik Aung San Suu Kyi di Facebook, mantan kolumnis Myanmar dipenjara 7 tahun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.