Kematian George Floyd di Kantor Polisi Picu Kerusuhan di Minneapolis AS

Kematian George Floyd di Kantor Polisi Picu Kerusuhan di Minneapolis AS
DUNIA | 29 Mei 2020 18:38 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Para pengunjuk rasa menerobos masuk ke kantor polisi Minneapolis, Amerika Serikat, lokasi yang menjadi tempat meninggalnya warga kulit hitam George Floyd ketika ditangkap. Kerusuhan pun pecah. Para demonstran membakar kantor polisi tersebut dan puluhan orang menyaksikan gedung itu terbakar pada Kamis malam.

Polisi kemudian mengosongkan kantor polisi ketiga sekitar pukul 10 malam dan stasiun televisi lokal KSTP-TV, yang menyiarkan langsung dari tempat kejadian, melaporkan petugas pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau TKP untuk memadamkan api. Kerumunan besar massa terlihat berkumpul di sekitar kobaran api.

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, pada konferensi pers pada Jumat (29/5) pukul 01.30 dini hari mengatakan, dia telah memerintahkan evakuasi kantor polisi karena ada ancaman bahaya.

Kepala Pemadam Kebakaran John Fruetel mengatakan kepada KSTP, seperti dilansir dari TIME, Jumat (29/5), petugas pemadam kebakaran ditempatkan sekitar satu mil dari kantor polisi dan sedang menunggu daerah itu menjadi aman sebelum mereka bergerak ke TKP untuk memadamkan api.

"Ini masalah keamanan 100 persen. Ada proyektil yang dilemparkan pada kami, kami dilempar batu dalam beberapa malam terakhir," ujarnya.

1 dari 3 halaman

Ratusan Tempat Usaha Rusak

Presiden Donald Trump mengatakan mempertimbangkan untuk mengirim pasukan Garda Nasional untuk mengatasi kerusuhan.

Trump menyebut para pengunjuk rasa dengan sebutan "preman" dan mengatakan mereka seharusnya ditembak.

"Kesulitan apa pun dan kami akan mengambil kendali tetapi, ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Terima kasih!" kicaunya di Twitter.

Twitter kemudian menandai kicauan itu dan menyembunyikan teksnya, mengatakan kicauan itu melanggar aturan platform media sosial yang mendukung tindakan kekerasan.

Frey mengatakan, kendati para petugas polisi meninggalkan kantornya, mereka akan terus berpatroli di wilayah itu, dan ia menyerukan diakhirinya kekerasan di jalanan.

"Apa yang telah kita lihat selama beberapa hari terakhir dan beberapa malam terakhir tidak dapat diterima. Masyarakat kami tidak bisa dan tidak akan mentolerirnya," ujarnya.

Di wilayah Saint Paul, pihak berwenang melaporkan 170 tempat usaha rusak dan ada puluhan kebakaran pada Kamis malam, tetapi tidak ada cedera serius yang dilaporkan.

2 dari 3 halaman

Pemicu Kerusuhan

George Floyd (46), meninggal setelah seorang petugas polisi menginjak lehernya dengan lutut untuk waktu yang lama saat ditangkap pada 25 Mei. Floyd meninggal pada Senin.

Keempat petugas polisi Minneapolis yang terlibat telah dipecat. Wali Kota Frey menyerukan penangkapan petugas tersebut.

Pada Kamis, otoritas federal mengumumkan akan meluncurkan penyelidikan seputar kematian Floyd. Pengacara AS, Erica MacDonald dan Agen Khusus Rainer Drolshagen mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama, "investigasi adalah prioritas utama" dengan "jaksa yang berpengalaman dan penyelidik kriminal FBI" yang menyelidiki kasus ini.

Para pejabat mengadakan konferensi pers untuk membahas penyelidikan. Ketika ditanya mengapa belum ada tuntutan yang diajukan, Pengacara Mike Freeman mengatakan pihaknya tidak terburu-buru.

"Video itu mengerikan tetapi ada bukti lain yang tidak mendukung tuduhan pidana," katanya. "Saya tidak akan terburu-buru."

Freeman mengemukakan kematian Freddie Gray, yang meninggal pada 2015 saat dalam tahanan polisi di Baltimore. Sementara enam petugas yang terlibat dalam kematian Gray, yang memicu berhari-hari kerusuhan di Baltimore, menghadapi tuduhan kriminal, tidak ada yang dihukum.

"Ada desakan untuk menuntut, ada desakan untuk keadilan dan semua orang itu dinyatakan tidak bersalah," kata Freeman.

"Saya tidak akan terburu-buru ke pengadilan. Saya akan melakukan ini dengan benar."

3 dari 3 halaman

Keluarga Ingin Pelaku Dihukum Mati

Insiden perlakuan polisi terhadap Floyd membuat keluarganya dan warga AS di seluruh negeri marah dan trauma.

Saudara laki-laki George Floyd, Philonise Floyd, mengatakan ingin semua orang damai, tetapi dia memahami rasa sakit para pengunjuk karena terus menerus melihat pria kulit hitam mati.

"Saya tidak ingin mereka menyerang seperti itu tapi saya tidak bisa menghentikan orang sekarang karena mereka sakit hati. Mereka memiliki rasa sakit yang sama dengan yang saya rasakan," ujarnya.

"Saya ingin semuanya damai tetapi saya tidak bisa membuat semua orang menjadi damai. Sulit."

Floyd mengatakan keadilan baginya mencakup penangkapan, penghukuman dan hukuman mati bagi polisi yang terlibat dalam kematian saudaranya.

"Keempat petugas itu, mereka mengeksekusi saudara saya," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Penjarahan Warnai Aksi Protes Kematian George Floyd di Minneapolis
Buntut Polisi Bunuh Pria Kulit Hitam, Kerusuhan Pecah di Minneapolis
Kesal Pada Twitter, Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Targetkan Perusahaan Medsos
DPR AS Sahkan UU Kebijakan HAM Uighur, Pejabat China Terancam Kena Sanksi
Trump Kesal Cuitannya Dilabeli 'Cek Fakta' Oleh Twitter, Ancam Tutup Semua Medsos
China Siapkan UU Keamanan Baru, AS Hentikan Hubungan Spesial dengan Hong Kong

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami