KBRI Kairo pulangkan tujuh TKI korban perdagangan orang, bertahun-tahun kerja ilegal

DUNIA | 26 September 2018 20:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, Mesir tiga hari lalu memulangkan tujuh Tenaga Kerja Indonesia atau TKI di Mesir yang tak berdokumen kembali ke Tanah Air. Mereka terindikasi sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"KBRI Kairo telah membantu melakukan pemulihan hak-hak mereka dan mengurus proses kepulangan mereka," demikian menurut KBRI Kairo dalam pernyataan tertulis resmi yang diterima Liputan6.com Rabu (26/9).

Para TKI tak berdokumen tersebut, yang pada umumnya bekerja di Mesir sekitar satu hingga 11 tahun, berinisial sebagai SS, DJ, NS, NT, KN, NG, dan WT. Mereka berasal dari Cirebon, Indramayu, Subang, Cianjur dan Ende.

Para TKI tersebut telah ditampung sekitar 3 hingga 8 bulan di Shelter KBRI Kairo. Mereka mayoritas melarikan diri karena menerima perlakuan kasar dan tidak manusiawi dari majikan.

Mereka sebelumnya dibawa ke Mesir oleh pihak ke-3 secara illegal dan dipekerjakan pada sektor domestik sebagai asisten rumah tangga.

Sesuai dengan Kepmenaker No. 260 Tahun 2015 mengenai Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada Pengguna Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah, Mesir bukan merupakan negara tujuan penempatan bagi TKI di sektor domestik.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polda Kalbar gagalkan pengiriman 32 calon TKI asal Sulsel ke Malaysia
Momen haru ABG perempuan korban human trafficking bertemu orangtua
Cari kerja di Facebook, perempuan 16 tahun malah dijual ke Malaysia
Polisi bongkar penjualan gadis asal Sukabumi ke Malaysia, 5 orang diciduk
Bareskrim bongkar kasus perdagangan gadis asal Sukabumi ke Malaysia
Pergi sama teman FB, ABG asal Sukabumi dijadikan pembantu di Malaysia

(mdk/pan)