Kerusuhan dan penjarahan merajalela di Venezuela, 36 orang tewas

DUNIA | 6 Mei 2017 18:03 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Seorang pemuda tewas terkena peluru yang ditembakkan polisi saat berada di tengah massa pengunjuk rasa. Kematiannya menambah daftar kematian menjadi 36 orang sejak negara itu berada di tengah kekacauan.

Dilansir AFP, Sabtu (6/5), pemuda itu diketahui bernama Hecder Lugo Perez (22). Dia tewas akibat luka tembakan di kepala. Kematiannya itu berlangsung di barat laut Valencia, ungkap sumber di klinik Valles de San Diego.

Wali Kota Valencia Enzo Scarano juga telah memastikan kematian Perez.

Aksi demonstrasi mulai berlangsung sejak 1 April lalu. Massa meminta agar pemilu dipercepat dan mendesak Presiden Nicolas Maduro turun dari jabatannya. Tak hanya itu, penjarahan juga terjadi di Valencia.

Maduro enggan memenuhi tekanan dari rakyat dan oposisi, di mana mereka menyebutnya bertanggung jawab atas kelangkaan bahan pangan di negeri itu.

Valencia menjadi salah satu kota di mana penjarahan dan bentrokan selalu terjadi setiap kali aksi demonstrasi berlangsung. Beberapa laporan menyebutkan beberapa orang di kota itu mulai menimbun bahan pangan dasar serta membarikade perumahan demi mencegah para penjarah masuk.

Kamar dagang setempat menyebutkan sedikitnya 70 toko telah dijarah sejak Selasa (2/5) lalu.

Lawan-lawan Maduro menyerukan agar para wanita ikut dalam aksi lanjutan dengan menggunakan baju serba putih, sebuah aksi tradisional untuk memperlihatkan kekuatan rakyat atas tindakan represif pemerintah. Sementara sang presiden menyebut krisis terjadi karena konspirasi AS.

Baca juga:

Menegangkan, demonstran penentang Presiden Maduro terbakar

May Day, Venezuela naikkan gaji warga di tengah krisis ekonomi

Heboh, pria bugil muncul di tengah demonstrasi Venezuela

Keberingasan massa demonstran Presiden Maduro sampai keroyok polisi

Bentrokan panas demonstran anti-Maduro dan polisi di Venezuela

(mdk/tyo)

TOPIK TERKAIT