Ketika 60 Beruang Kutub Kepung Sebuah Desa di Rusia

DUNIA | 6 Desember 2019 18:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sejumlah beruang kutub "menyerang" sebuah desa di Rusia yang jaraknya jauh di sebelah utara untuk mencari makanan. Para pejabat menyerukan "patroli beruang' di sekitar desa dan meminta warga mengurangi aktivitas di luar. Menurut pecinta lingkungan, perubahan iklim adalah salah satu penyebab beruang-beruang itu "mengepung" desa Rusia tersebut.

Tatyana Minenko, kepala "Patroli Beruang" desa Ryrkaypiy, Rusia, mengatakan kepada Kantor Berita Rusia RIA Novosti, jumlah beruang kutub yang telah turun di Ryrkaypiy, wilayah Chukotka Rusia, kian bertambah dalam beberapa hari terakhir dan hari ini ada sekitar 60 beruang.

Dilansir dari CNN, Jumat (6/12), kemarin World Wide Fund for Nature (WWF) Rusia menyatakan beruang itu memakan bangkai anjing laut yang berada di pantai desa sejak musim gugur.

"Hampir semua beruang kurus," ucap Minenko, dikutip dari WWF. "Di antara mereka ada yang dewasa, muda, ada juga yang betina dengan anak-anaknya," tambahnya.

Menurut WWF, beruang kutub sering terlihat di daerah sekitar desa, namun jumlah yang "banyak" seperti itu terjadi dalam beberapa hari saja.

WWF mengatakan Relawan dan warga telah mulai berpatroli di sekitar desa, seperti sekolah dan taman kanak-kanak untuk menghindari serangan dari beruang. Seluruh kegiatan yang diadakan di luar telah dibatalkan dan anak-anak diantar ke sekolah dengan bus.

"Kondisi psikologis di desa sangat sulit, para wanita khawatir karena anak-anak mereka berjalan ke sekolah," ucap Anatoly Kochnev, ilmuwan di Institut Studi Biologi Utara Rusia kepada kantor berita TASS.

Kochnev menambahkan, lima tahun sebelumnya tidak lebih dari tiga hingga lima beruang yang mendekati desa. Menurut TASS, jumlah populasi di Ryrkaypiy sekitar 500 penduduk.

"Kami mencoba mengendalikan situasi, namun tidak ada yang tahu apa yang terjadi di sana dalam 3-5 tahun," ucap Kochnev. "Jika populasi walrus berkurang, beruang kutub tidak akan pergi dari sana, tapi mereka akan terus lapar."

Dia mengatakan biasanya beruang tetap tenang saat mereka mendekati manusia. Menurut TASS, terakhir kali seekor beruang membunuh manusia di Ryrkaypiy pada 2011.

1 dari 1 halaman

Suhu Lebih Hangat jadi Penyebabnya

Para Ilmuwan mengatakan cuaca yang luar biasa hangat di daerah tersebut menyebabkan es mencair dan memengaruhi kebiasaan berburu beruang.

"Jika esnya cukup kuat, maka beruang akan ke laut untuk berburu anjing laut atau hewan laut lainnya," ucap Mikhail Stishov, koordinator proyek WWF-Rusia untuk konservasi Keanekaragaman Hayati Arktik.

"Situasi itu merupakan kondisi yang wajar," katanya. "Kita perlu beradaptasi dengan kondisi ini sehingga tidak ada manusia dan beruang yang menderita."

Desa Ryrkaypiy terletak di dekat pantai Samudera Arktik dan menghadap Pulau Wrangel, atau bisa dikenal sebagai "rumah bersalin" untuk beruang kutub.

Reporter Magang: Denny Adhietya (mdk/pan)

Baca juga:
Delapan Penyu Ditemukan Mati di Area Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu
Gajah Rusak Rumah Warga di Pidie, Karung Padi Diambil
Singapura Kembangbiakan Elang Filipina yang Terancam Punah
Spesies Orangutan Terlangka Lahirkan Bayi di Kebun Binatang Inggris
Dari Paus sampai Rusa, Hewan-Hewan Ini Mati karena Telan Sampah Plastik Manusia
Orangutan Ditemukan dengan 24 Luka Tembak Hingga Kedua Mata Buta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.