Ketika Para Pakar Bantah Trump: Butuh Keajaiban Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020

Ketika Para Pakar Bantah Trump: Butuh Keajaiban Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020
DUNIA | 17 Mei 2020 07:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump berulang kali melontarkan vaksin virus Corona bisa tersedia dalam hitungan bulan, hal yang dibantah oleh para pakar kesehatan ternama dan veteran pengembang vaksin yang mana mereka mengatakan hanya keajaiban yang bisa membuat vaksin bisa tersedia secepat itu.

"Kita akan berhasil menyediakannya (vaksin) pada akhir tahun jika kita bisa, mungkin sebelum itu," kata Trump pada Jumat, dilansir dari NBC News, Sabtu (16/5).

"Pengembangan vaksin terlihat sangat menjanjikan, sebelum akhir tahun," kicau Trump di Twitter pada Kamis.

"Menurut saya vaksin sudah ada akhir tahun ini," ulangnya lagi kepada wartawan hari itu.

Namun para pakar mengatakan, pengembangan, pengujian, dan produksi vaksin untuk masyarakat setidaknya masih memerlukan waktu 12 sampai 18 bulan, bisa lebih cepat kecuali ada keajaiban.

"Menurut saya memungkinkan vaksin tersedia tahun depan, pertengahan atau akhir tahun. Tapi ini belum pernah terjadi sebelumnya, jadi tak bisa diprediksi," jelas profesor di Fakultas Kedokteran Perelman Universitas Pennsylvania, Dr Paul Offit, yang juga Direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

Offit menghabiskan 26 tahun mengembangkan vaksin untuk rotavirus, penyakit gastrointestinal masa kanak-kanak yang umum dan berbahaya, sebelum disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada 2006.

Dia mengatakan, pengembangan vaksin biasanya memakan waktu puluhan tahun, tetapi upaya untuk melawan Covid-19 berlangsung cepat - diteliti oleh para ilmuwan, perusahaan obat-obatan dan sejumlah negara dan didukung WHO - untuk melawan ancaman virus corona baru yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan menghancurkan ekonomi di seluruh dunia.

Virus corona pertama kali dilaporkan China pada akhir 2019 dan menyebar dengan cepat. Para ilmuwan mulai mengerjakan vaksin pada awal 2020, dan uji coba klinis pertama di AS dimulai pada Maret.

Sebuah Keajaiban

Profesor di Universitas Emory dan juga Wakil Direktur Pusat Vaksin Emory, Walter Orenstein mengatakan, vaksin bisa tersedia dalam waktu kurang dari setahun merupakan sebuah keajaiban.

Meskipun secara teknis memungkinkan, namun tetap tidak mungkin.

"Ada banyak hal yang bisa salah," kata Orenstein.

Stanley Plotkin, yang menciptakan vaksin rubella pada tahun 1964, mengatakan mengembangkan vaksin dalam satu tahun sampai setengah tahun "layak," tetapi tergantung pada kemanjuran vaksin yang saat ini sedang dikembangkan dan pada kemampuan untuk memproduksi secara massal.

"Dalam keadaan terbaik, kita harus memiliki vaksin - atau katakanlah vaksin - antara 12 dan 18 bulan," katanya.

"Apakah keadaan itu akan menjadi yang terbaik atau tidak, kita tidak tahu."

Proses Lisensi

Karena sifat pandemi yang parah, ketiga pakar berharap vaksin akan diberikan otorisasi penggunaan darurat dan digunakan sebelum dilisensikan oleh FDA, karena lisensi biasanya memakan waktu bertahun-tahun untuk melakukan studi populasi besar yang diperlukan untuk membuktikan keamanannya.

Offit mengatakan, uji coba vaksin Institut Kesehatan Nasional AS diharapkan akan dimulai pada Juli. Dengan beberapa vaksin diuji sekaligus, ia mengatakan tujuannya adalah agar pada akhir tahun didapatkan beberapa indikasi keampuhan vaksin.

Ada 110 vaksin yang sedang dikembangkan secara global pada 11 Mei, menurut WHO. Delapan berada dalam uji klinis.

Para ahli mengatakan mereka ingin menunggu dan melihat.

“Salah satu hal yang saya pelajari dalam hidup yang panjang adalah tidak membuat prediksi, jadi saya pikir semua memiliki kemungkinan bisa berhasil,” kata Plotkin.

Tak Ada Jaminan Keberhasilan

Plotkin, Offit dan Orenstein mengatakan penelitian dan anggaran yang digelontorkan untuk menemukan vaksin viruals corona belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi memperingatkan tak ada jaminan keberhasilan.

"Vaksin tidak selalu berhasil," ujar Orenstein.

Offit mengatakan, mencapai garis finis dengan vaksin rotavirus yang ia ciptakan adalah momen emosional.

“Ini lebih seperti perasaan lega yang luar biasa. Tidak begitu menyenangkan," katanya. (mdk/gil)

Baca juga:
Hasil Uji Coba Vaksin Covid-19 Pada Enam Ekor Kera, Virus Dalam Paru-Paru Berkurang
Deretan Perusahaan dan Ilmuwan Berlomba Temukan Vaksin dan Obat Covid-19
RSPAD Lakukan Terapi Plasma, Begini Cerita Perkembangan Pasien Covid-19 Makin Membaik
Eijkman: Terapi Plasma Bukan untuk Pencegahan tapi Pengobatan
FBI Tuding Peretas China Hendak Curi Data Penelitian Vaksin Covid-19
Belum Ada Vaksin Covid-19, Gugas Nasional Perkenalkan Gaya Hidup Normal yang Baru
Peneliti Italia: Virus Corona Mungkin Menghilang Sebelum Ditemukan Vaksin

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami