Khawatir Serangan dari Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Garda Nasional

Khawatir Serangan dari Orang Dalam, FBI Periksa 25.000 Pasukan Garda Nasional
Anggota Garda Nasional Jaga Ketat Capitol AS. ©2021 REUTERS/Joshua Roberts
DUNIA | 19 Januari 2021 08:21 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan mereka khawatir serangan orang dalam atau ancaman lain dari anggota yang bertugas dalam pengamanan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Kekhawatiran ini membuat FBI memeriksa 25.000 pasukan Garda Nasional yang dikerahkan ke Washington untuk pelantikan.

Upaya masif ini menggambarkan perhatian luar biasa terhadap keamanan menyusul penyerbuan Gedung Parlemen atau US Capitol pada 6 Januari lalu oleh pendukung Presiden Donald Trump. Hal ini juga menegaskan ketakutan bahwa orang yang seharusnya melindungi wilayah itu bisa menjadi ancaman bagi presiden yang akan datang dan para tamu VIP.

Pada Minggu, Sekretaris Angkatan Darat Ryan McCarthy menyampaikan kepada AP, para pejabat menyadari adanya potensi ancaman, dan dia memperingatkan para komandan untuk menyelidiki setiap masalah di satuannya mendekati hari H pelantikan. Sejauh ini, McCarthy dan pemimpin lainnya mengatakan mereka belum melihat ada bukti adanya ancaman, dan para pejabat mengatakan hasil pemeriksaan tak menemukan adanya indikasi ancaman seperti yang dikhawatirkan.

"Kami terus menjalankan prosesnya, dan melakukan pemantauan kedua, ketiga untuk setiap orang yang ditugaskan untuk operasi ini," jelas McCarthy usai melakukan persiapan pelantikan, dilansir France 24, Senin (18/1).
Sekitar 25.000 anggota Garda Nasional mulai berdatangan di Washington dari seluruh AS. Jumlah pasukan ini dua kali lipat lebih dibandingkan pelantikan presiden empat tahun lalu.

Beberapa pejabat mengatakan proses pemeriksaan dimulai ketika pasukan Garda Nasional pertama mulai dikerahkan ke DC lebih dari seminggu yang lalu. Pemeriksaan ini dijadwalkan selesai pada Rabu.

"Kami perlu menerapkan semua mekanisme untuk memeriksa pria dan wanita yang akan mendukung operasi seperti ini secara menyeluruh," kata McCarthy.

Baca Selanjutnya: Dipicu pendukung Donald Trump...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami