Kim Jong Un Tolak Undangan Presiden Korsel Hadiri KTT ASEAN

DUNIA | 21 November 2019 16:38 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un secara resmi menolak undangan dari Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in untuk menghadiri KTT ASEAN di Busan pekan depan, kata kantor berita pemerintah Korut, KCNA pada Kamis (21/11).

Dalam artikel tersebut, KCNA melaporkan Kim Jong Un mengapresiasi surat yang dikirimkan Presiden Moon pada tanggal 5 November tersebut, tapi "ketergantungan" Korsel pada AS adalah hambatan yang tidak dapat diatasi saat ini.

Komentar dalam artikel itu dimulai dan diakhiri dengan tulisan bernada ramah dan diplomatis kepada Presiden Moon, tapi juga dengan keras menyampaikan kritik karena Korsel mempererat hubungan dengan AS yang merugikan hubungan antar Korea.

"Kami sepenuhnya memahami kesedihan dan kegelisahan Presiden Moon Jae-in untuk tidak melewatkan kesempatan ini untuk menciptakan kondisi yang tepat untuk menyelesaikan hubungan Utara-Selatan," jelasnya, dilansir dari NK News, Kamis (21/11).

Komentar tersebut mengatakan meskipun undangan tersebut tulus diberikan, namun "kenyataan yang tidak dapat disangkal hari ini" bahwa Moon "tidak dapat melepaskan posisinya mengandalkan kekuatan asing untuk menyelesaikan" masalah antara Korut dan Korsel.

"Bagaimana kita bisa berdiskusi atau mencoba menyelesaikan sesuatu berhadap-hadapan dengan seseorang yang sangat bergantung pada kekuatan asing, tanpa identitas atau kemerdekaannya sendiri?" jelasnya, mengkritik undangan tersebut bertepatan dengan agenda Menteri Unifikasi Kim Yeon-chul berada di Washington.

Komentar itu juga menuding Korsel "meminta bantuan dari orang-orang dari negara lain yang sama sekali tidak tertarik dengan nasib atau masalah masa depan rakyat kami" - tampaknya merujuk pada kunjungan Menteri Unifikasi ke AS dan aliansi AS-Korsel.

Di akhir artikel tersebut, disampaikan apresiasi atas undangan yang dikirimkan Presiden Moon.

"Kami berterima kasih kepada Korsel untuk harapan dan ketulusannya. Tapi mohon memahami bahwa Pimpinan (Kim Jong Un), meskipun berusaha tanpa henti, tidak dapat menemukan alasan yang tepat untuk pergi ke Busan."

1 dari 1 halaman

Masa Depan Hubungan Korut-Korsel

Pada 15 November, anggota komite penasihat presiden Tak Hyun Min dalam wawancara dengan Radio CBS mengatakan Presiden Moon berharap Kim Jong Un datang ke Busan, dan persiapan logistik telah disiapkan. Kedatangan Kim Joung Un diharapkan akan membantu mengatasi masalah unifikasi atau situasi internasional dan akan berdampak secara ekonomi.

Saat ditanyakan terkait masa depan hubungan antar-Korea dan kelanjutan proyek seperti Kompleks Industri Kaesong (KIC) dan resor wisata Gunung Kumgang, Presiden Moon mengatakan semuanya tergantung pada kemajuan pembicaraan AS-Korut yang kini mandek.

Dia mengatakan proyek-proyek kereta api dan jalan antar-Korea dapat dilanjutkan dalam sekejap jika hanya berkaitan dengan kedua negara, tetapi sanksi PBB yang mencegah barang-barang yang diperlukan untuk melintasi perbatasan, serta masalah-masalah lain, hanya dapat diselesaikan antara Pyongyang dan Washington. Moon menambahkan bahwa ia masih memiliki harapan KTT Trump-Kim untuk ketiga kalinya.

KTT peringatan hubungan ASEAN-Korsel akan diselenggarakan pada 25-26 November di Busan, dimana para kepala negara dan pejabat tinggi hadir untuk merayakan peringatan 30 tahun kemitraan dialog antara ASEAN dan Republik Korea, menurut situs web agenda tersebut. (mdk/pan)

Baca juga:
Kim Jong Un Kunjungi Pabrik Pengelolaan Ikan
Tiga Kali Pertemuan Tanpa Hasil, Kim Jong-un Sudah Malas Bertemu Trump
Daftar Terbaru Negara-negara Paling Berbahaya di Dunia Bagi Wisatawan
Kim Jong-un Kirim Ucapan Belasungkawa Atas Meninggalnya Ibu Presiden Korsel