Kisah 2 jenderal malu kalah lawan Myanmar hingga bohongi Kaisar

Kisah 2 jenderal malu kalah lawan Myanmar hingga bohongi Kaisar
DUNIA | 17 Maret 2015 13:31 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Serangan udara yang dilakukan Myanmar terhadap kawasan pertanian di Kota Lincang, Provinisi Yunan menimbulkan ketegangan. Meski sudah meminta maaf, China telah mengerahkan sebagian kekuatannya ke perbatasan untuk mencegah serangan serupa kembali terulang.

Dalam catatan sejarah, percikan permusuhan pernah terjadi antara kedua negara. Pertikaian antar kongsi dagang Burma yang berlangsung pada 1765 dan berujung serangan terhadap Provinsi Yunan menjadi pemicunya. Kaisar Dinasti Qing, Qianlong memerintahkan invasi besar-besaran terhadap negara kecil di selatan China itu.

Semula, Qianlong berharap kerajaan kecil di bawah pimpinan Raja Hsinbyushin ini bisa ditaklukkan dengan cepat. Namun, dia tak pernah menyadari faktor alam dan cuaca membuat invasi tersebut menjadi tidak mudah, bahkan mempermalukan kekaisarannya.

Qianlong memerintahkan invasi pertamanya pada 1965 sebagai tanggapan atas serangan pasukan Burma yang ditunggangi kongsi dagang negara tersebut. Kaisar menunjuk Liu Zao untuk memimpin serangan dan membawa pasukan berjuluk Panji Hijau yang berjumlah 3.500 orang, ditambah milisi Tai-Shan.

Dalam serangan pertama, Liu Zao berhasil memerintahkan pasukannya mengepung Kengtung. Namun, dia gagal menurunkan moral pasukan Burma di bawah pimpinan Ne Myo Shitu. Pasukan Burma mengembalikan situasi hingga berhasil menerobos pengepungan dan menghancurkan pasukan Qing hingga ke perbatasan.

Menahan malu atas kekalahannya itu, Liu berusaha menutupinya dari kaisar. Selang beberapa bulan berikutnya, Qianlong mengetahui berita kekalahan Liu dan memerintahkan bawahannya untuk menangkap dan mencopot kedudukannya. Liu yang putus asa kemudian memilih bunuh diri.

Merasa wibawa Kekaisaran Qing sedang dipermalukan oleh Kerajaan Burma, Qianlong kembali memerintahkan invasi kedua dan menunjuk Yang Yingju sebagai panglima perangnya. Berbeda dengan Liu, Yang memiliki cara berbeda untuk menaklukkan Kerajaan Burma.

Sebelum menyerbu Awa, ibu kota Burma, Yang membagi dua pasukannya melalui Bhamo dan sungai Irrawaddy. Namun, rencana ini diketahui Raja Hsinbyushin dan mempersiapkan pertahanan kuat di sungai Irrawaddy dibantu pasukan artileri dari Prancis. Dia juga menarik mundur pasukannya dari Bhamo.

Alhasil, Yang dan pasukannya berhasil merebut Bhamo tanpa susah payah. Mereka melanjutkan serangan dengan mengepung Kaungton. Di tengah kesibukannya, dua petinggi militer Burma, Maha Sithu dan Ne Myo Sithu menyerbu dari balik pertahanan pasukan Qing. Untuk menutup langkah mundur, pasukan Maha Thira Thura siap menyambut dari belakang.

Kepungan ini membuat pasukan Qing hancur lebur dan berupaya mundur ke garis belakang. Kehancuran tak hanya diakibatkan serangan dari pasukan Burma, tapi juga penyakit yang ditimbulkan dari iklim tropis seperti malaria dan disentri. Merasa unggul, pasukan Burma melakukan serangan balik ke Yunan dan merebut delapan negara bagian dari provinsi tersebut.

Sama seperti pendahulunya, kekalahan telak ini telah mempermalukan Yang. Untuk menutupinya, dia membuat berita kemenangan palsu kepada raja, di mana dia telah menghabisi 10 ribu pasukan Burma dan memaksanya membuat perjanjian damai.

Namun, kebohongan itu tak lantas membuat Qianlong percaya begitu saja. Kaisar meminta Yang kembali ke Beijing guna mengungkap kebenarannya.

Yang dicecar habis-habisan hingga sampai terungkap kebohongan yang dilakukannya. Qianlong lantas memintanya bunuh diri.

Invasi China ke Burma selalu berujung kegagalan. Kini di saat perang sudah sangat mengandalkan teknologi, akankah tragedi ini terulang? (mdk/tyo)

Baca juga:

Kisah gigihnya pasukan Myanmar 4 kali hancurkan balatentara China

Ini pasukan khusus China siap melumat militer Myanmar

Empat upaya Myanmar hindari perang dengan China

Pasukan elite China yang disegani dunia rutin berlatih dengan TNI

Ini tentara pemberontak Kokang pemicu serangan Myanmar ke China

Mengintip kekuatan raksasa militer China yang siap hantam Myanmar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami