KJRI Hong Kong Ingatkan WNI Waspada Terhadap Demonstrasi di HUT Kemerdekaan China

DUNIA | 30 September 2019 19:16 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - China besok akan merayakan Hari Kemerdekaan China ke-70 di tengah masih tegangnya situasi di Hong Kong. Konsulat Jenderal RI di Hong Kong memperingatkan WNI untuk waspada terhadap rangkaian demonstrasi di kota itu.

"Menyikapi perkembangan situasi di Hong Kong beberapa hari terakhir, KJRI Hong Kong kembali mengimbau seluruh WNI untuk senantiasa berhati-hati dan menjauhi lokasi demonstrasi, khususnya pada 1 Oktober 2019, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata KJRI Hong Kong dalam unggahan di akun Facebook resmi mereka (30/9).

KJRI mengimbau agar WNI melihat kembali rencana dan jadwal bepergian mereka, terkhusus yang akan menggunakan transportasi udara di Bandara Internasional Hong Kong, lokasi yang menjadi langganan untuk aksi demonstrasi selama beberapa pekan terakhir.

"Khusus terkait rencana unjuk rasa di Bandara Internasional Hong Kong, para WNI calon penumpang harap menghubungi maskapai masing-masing untuk kepastian status dan jadwal penerbangan," lanjut KJRI.

Berikut adalah sejumlah tempat yang menurut konsulat akan terindikasi dipadati oleh massa demonstrasi pada besok hari, yaitu:

1. Konsulat Jenderal Inggris di Hong Kong (12.00 waktu setempat)

2. Bandara Internasional Hong Kong dan moda transportasi menuju bandara, MTR, dll (13.00)

3. Sha Tin Racecourse (13.00)

4. Sepanjang jalan Victoria Park menuju Chater Road (14.00)

5. West Kowloon Cultural District (14.30)

KJRI Hong Kong meminta WNI untuk tidak mendekat pada tempat-tempat tersebut.

Nomor-nomor penting KJRI Hong Kong yang dapat dihubungi oleh WNI atau pihak keluarga WNI di Hong Kong yang membutuhkan:

1. Media sosial: facebook.com/kjrihk

2. WA Hotline: 6773-0466 atau 5294-4184

3. Help Desk KJRI di Bandara: 6894-2799

Aksi demonstrasi besar-besaran diperkirakan akan dilaksanakan oleh masyarakat Hong Kong, terutama massa pro-demokrasi pada perayaan HUT ke-70 RRC.

Demo ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh demonstran yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan terakhir.

Demonstrasi ini berawal dari penolakan terhadap RUU demonstrasi yang memungkinkan seseorang di Hong Kong diekstradisi ke China daratan. Massa pro-demokrasi menilai RUU tersebut sebagai bentuk pelunturan terhadap independensi sistem hukum di wilayah eks-koloni Inggris itu.

Meskipun Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah menangguhkan RUU tersebut, tetapi gejolak demonstran belum bisa diredam.

Tuntutan massa semakin luas hingga meminta untuk melakukan penyelidikan independen terhadap dugaan kebrutalan polisi dalam meredam demo, meminta amnesti bagi semua orang yang berpartisipasi dalam demonstrasi, dan pencabutan klaim polisi bahwa pengunjuk rasa bersalah melakukan kerusuhan.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com

Reporter magang: Ellen Riveren

Baca juga:
Kondisi Sudah Stabil, Wartawan Indonesia Ditembak di Hong Kong Minta Penjelasan
Perjuangan Wartawan Abadikan Peristiwa Bentrokan di Hong Kong
KJRI Desak Hong Kong Selidiki Kasus Jurnalis Indonesia Tertembak Peluru Karet
Jurnalis Indonesia Kena Tembak Peluru Karet di Hong Kong
Peringati 5 Tahun Gerakan Payung, Ribuan Demonstran Hong Kong Serukan Demokrasi
Hong Kong Siap Antisipasi Kerusuhan Jelang HUT China ke-70

(mdk/pan)