Kombinasi Obat Hydroxychloroquine dan Azithromycin Efektif Obati Pasien Corona

Kombinasi Obat Hydroxychloroquine dan Azithromycin Efektif Obati Pasien Corona
DUNIA | 29 Maret 2020 15:51 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Menurut penelitian yang dilakukan para peneliti Prancis, kombinasi pemakaian obat Hydroxychloroquine dan Azithromycin kepada pasien yang terinfeksi corona terbukti efektif. Studi yang dilakukan terhadap 80 kasus itu memperlihatkan para pasien sembuh dalam enam hari.

Laman Al Arabiya melaporkan, Minggu (29/3), penelitian itu dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin Didier Raoult dari Infeksi IHU-Mediterranee di Prancis.

Dari 80 pasien yang mendapat pengobatan dengan kombinasi hydroxychloroquine and azithromycin, Raoult dan timnya menemukan ada perbaikan pada seluruh pasien, kecuali pasien berusia 86 tahun yang kemudian meninggal. Seorang pasien 74 tahun masih di ruang intensif ketika studi ini dipublikasikan.

Hydroxychloroquine adalah obat anti-malaria dan anti0infeksi yang dipakai untuk menangani pasien auto-imun seperti lupus dan rheumatoid arthritis, namun obat ini sudah dicoba kepada pasien dengan gejala corona dan sukses.

1 dari 1 halaman

Di Timur Tengah Bahrain menjadi salah satu negara yang mencoba pemakaian hydroxychloroquine sebagai obat untuk mengobati pasien Covid-19. Bahrain sudah mencoba obat itu pada 26 Februaqri lalu, dua hari setelah melaporkan kasus pertama corona.

Di berbagai belahan dunia, sejumlah negara memperluas pemakaian obat hydroxychloroquine dan chloroquine yang mengandung unsur kina dan berasal dari pohon kina yang serta sudah digunakan berabad-abad untuk mengobati malaria.

"Kami memastikan efektivitas hydroxychloroquine yang dikombinasikan dengan azithromycin dalam mengobati pasien Covid-19 dan potensinya yang cukup efektif dalam mengobati gejala tahap awal corona," kata peneliti asal Prancis itu dalam kesimpulannya.

"Karena penting sekali menangani penyakit ini dengan obat yang efektif dan aman serta betapa murahnya kedua obat ini, baik hydroxychloroquine dan azithromycin, kami meyakini tim lain harus segera mengevaluasi strategi terapi ini untuk menghindari penyebaran penyakit ini dan mengobati pasien sebelum komplikasi pernapasan yang parah terjadi," kata para peneliti.

Hingga kini masih ada perdebatan di para ahli medis tentang penggunaan chloroquine sebagai obat untuk pasien corona. Badan Kesehatan Dunia (WHO) masih belum menyetujui penggunaan chloroquine untuk mengobati pasien bergejala corona. Di Amerika Serikat, Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) saat ini masih mempelajari untuk membuat obat ini bisa digunakan dalam kondisi darurat. (mdk/pan)

Baca juga:
Vaksin Corona Masih Diuji Coba, Obat-obatan ini Dilaporkan Efektif Sembuhkan Pasien
Lockdown, Paris Menjelma Jadi Kota Sunyi
Prancis Kewalahan Hadapi Corona, Warga Tidak Mau Diam di Rumah
Jokowi Belum Kepikiran, 8 Negara Ini Lakukan Lockdown Termasuk Malaysia
Putuskan Lockdown, Presiden Prancis Kerahkan 100 Ribu Petugas Keamanan
Cegah Corona, Pabrik Parfum Ini Diubah Menjadi Pabrik Hand Sanitizer

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5