Konflik Iran-AS Memanas, Lebih dari 1 Juta WNI Masih Berada di Timur Tengah

DUNIA | 9 Januari 2020 14:47 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dalam sepekan terakhir memanas setelah pembunuhan Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran, Qassim Sulaimani. Kementerian Luar Negeri sudah mengaktifkan crisis center untuk para WNI di kawasan tersebut.

"Kita juga mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia jika sewaktu-waktu memerlukan bantuan jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi hotline yang ada. Kita juga sudah mengaktifkan Crisis Center," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/10).

Crisis center tersebut kata dia adalah langkah antisipatif untuk para WNI yang ada di Iran. Dia menjelaskan dari data terlihat ada 400 WNI di wilayah tersebut.

"Dalam artian kemungkinan banyak warga negara kita yang tidak melapor pada saat berada di sana dan sebagainya sehingga kita antisipasi jumlahnya akan lebih dari 400 sementara yang di Irak itu sekitar 800," ungkap Retno.

1 dari 1 halaman

Retno pun mengimbau kepada WNI yang berada di kawasan konflik untuk terus waspada. Dan diminta mengikuti informasi dari otoritas setempat terutama yang terkait dengan perkembangan situasi dan keamanan di masing-masing negara.

"Dan kita meminta para WNI kita untuk segera menghubungi KBRI, KJRI jika memerlukan bantuan," pesannya.

Dalam rilis tersebut, Kemenlu juga mencantumkan hotline perwakilan Indonesia di negara Timur Tengah.

"Tidak hanya di Teheran, di Baghdad, tetapi juga di wilayah-wilayah sekitarnya, just in case WNI kita memerlukan bantuan. Karena sekali lagi kita yakin kalau kita bicara mengenai kawasan, maka jumlah WNI kita akan lebih 1 juta," jelasnya.

"Dan di Kementerian Luar Negeri sendiri, crisis center sudah dihidupkan dan ada nomor telepon yang kita masukkan di dalam rilis Kementerian Luar Negeri pagi ini." (mdk/pan)

Baca juga:
Maskapai Internasional Ramai-Ramai Batalkan dan Alihkan Penerbangan di Timur Tengah
Begini Gambaran Satelit Pangkalan Udara AS yang Diserang Iran
Mengenal Al-Quds, Pasukan Khusus Iran Pembunuh Tentara Amerika Serikat di Irak
Cerita Menegangkan Tentara AS Berlindung di Bunker Saat Iran Luncurkan Rudal
Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Eropa dari Ruang Udara Iran
Ketegangan Konflik Iran-AS Menurun, Rupiah Menguat ke Level Rp 13.851 per USD

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.