Konjen RI sebut banyak pelanggaran imigrasi dilakukan WNA di Hong Kong

DUNIA | 9 Februari 2018 19:16 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Konsulat Jenderal RI Hong Kong, Tri Tharyat, menyatakan bahwa saat ini Hong Kong tengah melakukan penolakan besar-besaran terhadap warga negara asing yang berkunjung ke negaranya. Hal tersebut berkaitan erat dengan beberapa pelanggaran imigrasi yang dilakukan oleh WNA.

"Hong Kong sudah menolak orang masuk dan melakukan proses terhadap pelanggaran keimigrasian yang ada di negara tersebut. Dalam satu tahun, ada sekitar 60.000 kasus, di mana 13.800 di antaranya berasal dari warga negara di Asia Pasifik," katanya, saat ditemui di Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Jumat (9/2).

Tri menuturkan bahwa kasus pelanggaran keimigrasian itu disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari masalah visa hingga masalah personal turis yang menyambangi negara tersebut.

"Ada berbagai alasan, mulai dari tujuan tidak jelas, penggunaan dokumen palsu, tidak ada tiket kembali, atau diragukan. Contohnya, mengaku sebagai turis, bawa uang cuma USD 300. Itu kan tidak mungkin, hotel saja USD 200 permalam. Jadi pasti sudah ada pertimbangan dalam konteks imigrasi Hong Kong terhadap WNA," paparnya.

Salah satu kasus pelanggaran imigrasi yang saat ini terjadi menimpa warga negara Indonesia. Dua komedian asal Jawa Timur Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil) dijebloskan ke penjara Lai Chi Kok oleh pemerintah Hong Kong karena melanggar aturan imigrasi.

Keduanya masuk ke Hong Kong menggunakan visa turis pada 2 Januari lalu dan mereka ditangkap dua hari kemudian. Mereka dituduh melanggar Undang-Undang Imigrasi Hong Kong karena menerima bayaran sebagai pengisi acara yang diselenggarakan oleh komunitas Buruh Migran Indonesia di Hong Kong.

Saat ini, pihak Konjen RI tengah berupaya untuk melakukan pendampingan hukum kepada dua komedian tersebut. Namun, pemerintah berharap ke depannya apabila ada WNI yang ingin ke luar negeri, maka harus menaati regulasi yang berlaku, terutama masalah visa. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal serupa.

"Sejak awal kita mengharapkan semua warga, apalagi bagi mereka yang ingin melakukan kegiatan di luar, mohon visanya disesuaikan. Kita harus mengikuti ketentuan yang ada di negara tujuan kita. Kalau jadi turis, jadilah turis. Kalau melakukan kegiatan lain harus disesuaikan, karena itu mempunyai implikasi hukum," papar Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir.

Fachir pun menuturkan bahwa pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi untuk warga yang hendak ke luar negeri agar hal yang sama tidak lagi terjadi di masa depan.

"Kami sudah sepakat bahwa akan mensosialisasikan hal ini kepada siapapun yang akan ke luar negeri, terutama yang ingin melakukan keperluan khusus. Mereka harus mengikuti ketentuan di negara tersebut," pungkasnya.

Baca juga:
Sejumlah pelawak datangi Kementerian Luar Negeri
Pelawak WNI ditahan di Hong Kong bisa dihukum maksimal dua tahun penjara
Eko Patrio sambangi Kemenlu beri dukungan bagi pelawak yang ditahan di Hongkong
Pemerintah tetap akan beri perlindungan bagi dua pelawak WNI ditahan di Hong Kong
Terima honor melawak, dua komedian WNI dipenjara di Hong Kong karena pakai visa turis

(mdk/pan)