Koran Libanon: Pangeran Muhammad Bin Salman Dukung Israel Gulingkan Raja Yordania

Koran Libanon: Pangeran Muhammad Bin Salman Dukung Israel Gulingkan Raja Yordania
putra mahkota arab saudi mohammed bin salman. ©2017 REUTERS/Hamad I Mohammed
DUNIA | 21 April 2021 13:04 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad Bin Salman (MBS) dilaporkan mendukung Israel untuk merencanakan penggulingan Raja Yordania Abdullah II sebagai imbalan untuk menjadi pengelola wilayah pendudukan Yerusalem. Demikian dilaporkan harian Libanon, Al Akhbar.

Koran itu mengutip pernyataan seorang pejabat keamanan Yordania yang mengatakan upaya untuk menggulingkan Raja Abdullah II adalah rencana yang melibatkan Israel, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Menurut sumber yang tidak diketahui namanya itu, rencana penggulingan yang cukup rumit ini melibatkan banyak pihak, tapi Raja Abdullah II berhasil menggagalkan upaya itu dengan tenang dan tetap mempertahankan keseimbangan kekuatan internal dan kawasan.

"Kewaspadaan Raja dan cepatnya pergerakan militer serta aparat keamanan berhasil menggagalkan upaya kudeta untuk menggulingkan dan menggantinya dengan kakaknya Pangeran Hamzah Bin Al-Hussein," kata sumber itu, seperti dilansir laman Middle East Monitor, Selasa (20/4).

Israel, lanjut sumber itu, berencana menggulingkan Raja Abdullah II karena Yordania menolak kesepakatan damai yang ditawarkan AS untuk Timur Tengah yang dikenal dengan nama "Kesepakatan Abad Ini" berisi rencana untuk mencarikan tanah air alternatif bagi Palestina dan mencaplok Bukit Yordan untuk dikuasai Israel.

Koran Libanon itu menuturkan Pangeran MBS sepakat mendukung Israel dalam rencana ini sebagai imbalan agar Arab Saudi menjadi pengelola wilayah suci Yerusalem menggantikan Yordania.

Dengan persetujuan AS, MBS kemudian meminta mantan Jaksa Kerajaan, Basem Awadallah, untuk menyiapkan proses perpindahan kekuasaan di tingkat internal keluarga Kerajaan Yordania, sementara pemimpin Fatah Muhammad Dahlan ditugaskan untuk memobilisasi rakyat Palestina di Yordania dan suku-suku setempat.

Menurut laporan itu, Saudi mempersenjatai sejumlah suku di selatan, memberikan mereka status kewarganegaraan sebagai imbalan jika mereka melancarkan operasi militer. (mdk/pan)

Baca juga:
PM Yordania Sebut Pangeran Hamzah Tidak Akan Diadili, Bantah Ada Upaya Kudeta
Yordania Larang Publikasi Informasi Soal Keretakan Kerajaan dengan Pangeran Hamzah
Yordania Geger, Mantan Putera Mahkota Dituduh Bersekongkol dengan Asing Ancam Negara
Anggota Kerajaan & Mantan Kepala Pengadilan Yordania Ditangkap Terkait Isu Keamanan
Menkes Yordania Mundur Usai Pasien Covid-19 Meninggal karena Kurang Suplai Oksigen

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami