Korea Selatan Larang Penjualan Buku Memoar Pendiri Korea Utara Kim Il Sung

Korea Selatan Larang Penjualan Buku Memoar Pendiri Korea Utara Kim Il Sung
Memoar pendiri Korea Utara, Kim Il Sung volume delapan yang dirilis di Korea Selatan. ©AFP/Jung Yeon-je
DUNIA | 4 Mei 2021 18:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Langkah berani penerbit Korea Selatan menerbitkan memoar pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, memicu perdebatan sengit terkait larangan menyebarkan propaganda Pyongyang yang diterapkan Seoul selama puluhan tahun di bawah undang-undang keamanan nasional.

Kritik terhadap tindakan tersebut mengatakan orang Korsel secara politik cukup dewasa untuk menilai materi semacam itu dan berpendapat itu sama dengan penyensoran yang tidak perlu dalam demokrasi yang dinamis. Demikian dilansir Channel News Asia, Selasa (4/5).

Undang-undang keamanan nasional berasal dari tahun 1948, sebelum pecahnya Perang Korea, dan melarang warga mengakses sebagian besar konten produksi Korea Utara, termasuk surat kabar resmi Rodong Sinmun.

Mereproduksi atau memiliki materi pro-Pyongyang yang dilarang dapat dihukum sampai tujuh tahun penjara.

Penerbit Kim Seung-kyun pada April merilis memoar delapan jilid pendiri Korea Utara, berjudul With the Century. Kepada AFP, penerbit ini mengatakan menerbitkan memoar untuk mempromosikan rekonsiliasi antar-Korea.

Sebuah kelompok sipil anti-Utara mengajukan pengaduan pidana, polisi meluncurkan penyelidikan dan dalam beberapa hari toko buku besar negara itu - yang menerimanya melalui asosiasi penerbit – menarik memoar dari rak mereka.

Buku itu sebentar lagi tersedia online seharga 280.000 won untuk set lengkap, tetapi pekan lalu, memoar tidak lagi tersedia dari portal web populer Naver, sementara pencarian di platform penjualan buku lokal Kyobo dan Yes24 tidak membuahkan hasil.

Tindakan tersebut memicu perdebatan tentang sensor dan apakah orang benar-benar perlu dilindungi dari membaca kata-kata Kim Il Sung.

“Warga Korea Selatan sudah memiliki penilaian tingkat tinggi,” kata Ha Tae-keung, seorang anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang konservatif - yang dipenjara berdasarkan undang-undang keamanan nasional sebagai aktivis mahasiswa.

“Tidak ada yang akan tertipu oleh memoar seperti fantasi Kim Il Sung lagi,” katanya kepada AFP.

“Kita sekarang perlu secara aktif menjamin kebebasan berekspresi.”

Baca Selanjutnya: Kim Il Sung kakek dari...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami