Korsel Perketat Peraturan Jarak Sosial Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Korsel Perketat Peraturan Jarak Sosial Akibat Lonjakan Kasus Covid-19
Peragaan busana di tengah pandemi di Korsel. ©2020 REUTERS/Kim Hong-Ji
DUNIA | 17 November 2020 12:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Korea Selatan akan memberlakukan aturan jarak sosial yang lebih ketat untuk wilayah Seoul yang lebih besar sebulan setelah melonggarkannya. Para pejabat memperingatkan krisis yang lebih besar jika upaya pencegahan Covid-19 gagal untuk meredam lonjakan kasus baru.

Korea Selatan telah menjadi salah satu kisah sukses mitigasi virus korona di dunia setelah menangani epidemi besar Covid-19 pertama di luar China dengan pengujian yang agresif. Tetapi Korsel kini masih memerangi pandemi virus corona.

Peraturan ketat tersebut dilakukan setelah penghitungan kasus harian di atas 200 orang selama empat hari berturut-turut.

Seperti dilansir Reuters Selasa (17/11), kondisi tersebut diperparah dengan adanya klaster dari perkantoran, fasilitas medis dan pertemuan kecil di Seoul dan wilayah sekitarnya di mana sekitar setengah dari 52 juta negara itu populasi hidup.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan bahwa terdapat 230 kasus pada Senin tengah malam, hal tersebut menandai hari kesembilan berturut-turut kenaikan tiga digit dan tertinggi sejak awal September.

Data KDCA menunjukkan, 202 kasus ditularkan secara lokal dan 28 diimpor, dan hampir 68% dari infeksi domestik berasal dari wilayah Seoul yang lebih luas.

Reporter Magang: Farhan Hafizhan (mdk/bal)

Baca juga:
Warga Korea Selatan yang Tak Pakai Masker Kena Denda Rp 1,2 Juta
Pulihkan Ekonomi Imbas Pandemi, Indonesia Perkuat Kerjasama dengan Korea Selatan
Spek dan Fitur KIA Sonet Varian Tertinggi: Jok AC, Cruise Control, dan Remote Starter
Berani, All New KIA Sonet Dijual Mulai Rp 193 Juta!
Kota Seoul Bakal Denda Warga Tak Pakai Masker Rp 1,2 Juta
Militer Korsel Tangkap Pria Korut Tak Berseragam yang Lintasi Perbatasan


Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami