Korsel Setujui Penggunaan Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Korsel Setujui Penggunaan Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19
DUNIA | 4 Juni 2020 10:33 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Otoritas Korea Selatan pada Rabu mengeluarkan izin darurat penggunaan obat remdesivir buatan Gilead Sciences Inc untuk pasien Covid-19. Izin diberikan setelah panel pemerintah pekan lalu mengutip hasil positif obat anti malaria tersebut di negara lain.

Amerika Serikat telah mengizinkan penggunaan darurat remdesivir di rumah sakit pada awal Mei lalu, diikuti oleh Jepang, sementara negara-negara Eropa masih mempertimbangkan untuk mengikuti.

Sebuah tinjauan pemerintah Korea Selatan terhadap penelitian remdesivir mengatakan telah terbukti "berguna secara klinis" dalam memotong waktu pemulihan pasien, kata kementerian keamanan makanan dan obat-obatan.

Remdesivir, yang diberikan di rumah sakit secara intravena, merupakan obat pertama yang menunjukkan penyembuhan pada pasien Covid-19 dalam uji klinis formal.

"Remdesivir mampu mengurangi jumlah virus corona dalam tubuh. Ini dapat membantu menyembuhkan kondisi pasien lebih cepat," menurut pernyataan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan seperti dikutip Reuters, Rabu (3/6).

Pada Senin Gilead melaporkan bahwa obat tersebut memberikan manfaat pada pasien dengan Covid-19 dalam kondisi sedang, yang diberikan remdesivir selama lima hari. Sementara mereka yang menerima remdesivir selama 10 hari dalam riset tersebut tidak mendapatkan hasil sebaik itu.

Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) memberikan izin penggunaan darurat bulan lalu, mengutip hasil dari studi AS yang membuktikan obat tersebut mengurangi rawat inap tetap hingga 31 persen, atau sekitar empat hari, dibanding dengan pengobatan plasebo. Otoritas kesehatan Jepang juga memberikan lampu hijau untuk penggunaan remdesivir.

1 dari 1 halaman

Satu Dosis Remdesivir Per Hari

Berdasarkan pedoman yang diumumkan oleh Kementerian Keamanan Pangan Korsel, para dokter dapat meresepkan satu dosis remdesivir per hari, dengan 5 dosis secara keseluruhan untuk pasien dengan gejala sedang, dan 10 dosis untuk pasien dengan gejala berat dan yang membutuhkan dukungan oksigen.

Kementerian mengatakan akan bekerja sama dengan Gilead, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) dan sejumlah kementerian lain untuk segera mengimpor remdesivir.

Semua pasien harus menjalani tes fungsi hati sebelum mengonsumsi obat tersebut sebab kemungkinan efek sampingnya meliputi peningkatan kadar enzim hati.

Korea Selatan sedang berjuang mengalahkan wabah baru Covid-19 yang kecil namun stabil, dengan 49 kasus dilaporkan pada Selasa sehingga menambah total menjadi 11.590 kasus dengan 273 kematian di seluruh negara tersebut. (mdk/bal)

Baca juga:
Korsel Setujui Penggunaan Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19
Penyintas Covid-19 Boleh Donor Plasma Konvalesen Hingga Tiga Kali
Indonesia Tetap Beri Obat Anti-Malaria ke Pasien Covid-19 meski Dilarang di Eropa
CEK FAKTA: Disinformasi Kabar Obat Tocilizumab Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19
Bantah WHO, Dokter Paru Sebut Chloroquine Aman Buat Pasien Covid-19
WHO Desak Indonesia Setop Penggunaan Hydroxychloroquine karena Berbahaya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5