Korut tuding CIA rencanakan bunuh Kim Jong-un pakai racun kimia

DUNIA | 5 Mei 2017 19:45 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Di tengah tensi yang terus meninggi, Korea Utara (Korut) kini memberikan tudingan baru terhadap Amerika Serikat. Negara komunis tersebut menuduh badan intelijen AS atau CIA tengah merencanakan pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un.

Dalam keterangan Kementerian Keamanan Negara, Korut mencium badan intelijen kedua negara musuh abadinya itu sedang menyusun rencana mencurigakan yang melibatkan bahan biokimia untuk membunuh pemimpinnya dalam sebuah upacara seremoni di Pyongyang.

"Pembunuhan dengan menggunakan zat biokimia termasuk zat radioaktif dan zat beracun nano adalah metode terbaik yang tidak memerlukan akses ke target," tulis keterangan resmi Kementerian Keamanan Negara Korut yang dilansir The Guardian, Jumat (5/5).

Tuduhan itu dilakukan Pyongyang untuk meningkatkan retorika perang atas sikap keras yang ditunjukkan Presiden AS Donald Trump terhadap program senjata mereka. Perang pernyataan ini semakin meningkat antara Barat dengan rezim tertutup tersebut selama beberapa minggu terakhir.

Tak hanya itu, baik CIA maupun badan intelijen Korsel disebut telah membayar warga DPRK bernama Kim untuk melakukan serangan tersebut terhadap pemimpinnya.

"Kami akan menemukan dan tanpa ampun menghancurkan teroris CIA AS dan boneka [dinas intelijen] Korea Selatan hingga ke akar-akarnya," bunyi pernyataan tersebut, sembari menambahkan plot itu sama dengan "deklarasi perang".

"Kejahatan keji, yang baru-baru ini ditemukan dan dihancurkan di DPRK, adalah semacam terorisme terhadap tidak hanya DPRK tapi juga keadilan dan hati nurani umat manusia dan tindakan menghancurkan masa depan umat manusia."

Meski demikian, pernyataan tersebut tidak memberikan informasi mengenai bagaimana rencana itu bakal dilakukan, atau apa yang terjadi dengan mata-mata yang ditangkap.

Sejauh ini, rezim Korut dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian Kim Jong-nam, kakak tiri Jong-un, yang tewas diracun saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Februari lalu.

Baca juga:

Menlu AS desak Indonesia dan Asean agar jauhi Korea Utara

Video: Dahsyatnya sistem pertahanan rudal milik AS di Korsel

Ini dampaknya jika perang nuklir Korut vs AS terjadi

Takut perang nuklir, China serukan warganya tinggalkan Korea Utara

AS kembali uji coba rudal mampu jangkau Korea Utara

(mdk/tyo)