Krisis Anggaran Militer, Lebanon Bikin Tur Helikopter bagi Turis

Krisis Anggaran Militer, Lebanon Bikin Tur Helikopter bagi Turis
militer libanon sewakan helikopter. ©AFP
DUNIA | 20 September 2021 12:25 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Libanon kini tengah dilanda krisis ekonomi terparah dalam sejarah modern menurut Bank Dunia. Hiperinflasi membuat pound Lebanon kehilangan lebih dari 90 persen nilainya dalam waktu kurang dari dua tahun dan lebih dari setengah populasi terjerumus dalam jurang kemiskinan.

Ibu Kota Beirut sekarang menjadi kota termahal ketiga di dunia, menurut Survei Biaya Hidup Mercer 2021.

Di tengah krisis ekonomi ini, orang-orang dan institusi negara terpaksa berimprovisasi dengan cara-cara baru dan tidak konvensional untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Militer Libanon kini menawarkan tur helikopter kepada wisatawan demi mendapat dana pemeliharaan.

Dilansir dari laman Aljazeera, Senin (20/9), turis maupun warga Lebanon dapat mendaftar untuk perjalanan selama 15 menit di situs web militer. Tur ini disebut sebagai cara untuk melihat "Lebanon… dari atas".

Tur dengan helikopter R44 Robinson "Raven" – biasanya disediakan untuk pilot pelajar di tahun pertama pelatihan mereka. Jalan-jalan di udara ini berangkat dari pangkalan udara Rayak dan Amchit dan menawarkan pemandangan yang indah.

Terlepas dari dukungan militer AS yang signifikan, krisis ekonomi telah mempersulit militer mempertahankan anggarannya untuk peralatan, pemeliharaan, dan pengadaan.

Bulan lalu Panglima Angkatan Darat Jenderal Joseph Aoun memperingatkan, krisis ekonomi – sebagian disebabkan korupsi dan pemborosan pemerintah selama beberapa dekade – akan segera menyebabkan kehancuran semua lembaga negara, termasuk tentara.

Pemerintahan Libanon tidak berfungsi selama 13 bulan setelah ledakan besar di pelabuhan Beirut pada Agustus 2020 – yang menewaskan lebih dari 200 orang dan menghancurkan sebagian besar kota – sampai kabinet baru akhirnya terbentuk minggu lalu.

Cadangan uang tunai mata uang asing telah menurun, menyebabkan kekurangan bahan bakar, listrik dan obat-obatan.

Sementara itu, militer Lebanon menargetkan sekitar 1.000 jam penerbangan liburan tahun ini. Setiap perjalanan akan memakan biaya USD 150 (setara Rp. 2,1 juta), yang berarti program ini dapat meraup dana USD 300.000 (Rp 4,2 miliar) di akhir tahun.

Seorang tentara Lebanon sekarang hanya menghasilkan USD 90 (Rp 1,2) per bulan – turun dari hampir USD 850 (Rp. 12,1 juta) sebelum krisis.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma

Baca juga:
Puluhan Tewas dan Luka-Luka Akibat Truk BBM Meledak di Lebanon
BBM Makin Langka, Antrean SPBU di Lebanon Mengular
Bentrokan Warnai Peringatan Setahun Ledakan di Beirut
Tentara Lebanon Kerahkan Helikopter Perangi Wabah Belalang

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami