Lakukan Uji Klinis, Grup Takeda Mulai Produksi Obat Covid-19 dari Plasma Darah

Lakukan Uji Klinis, Grup Takeda Mulai Produksi Obat Covid-19 dari Plasma Darah
DUNIA | 13 Oktober 2020 16:04 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - CEO Takeda Christophe Weber mengatakan, Grup Takeda Pharmaceutical yang mengembangkan obat Covid-19 dari plasma darah, mulai melakukan produksi sambil uji klinis tahap tiga untuk menentukan keampuhan obat tersebut.

Grup itu, yang dikenal CoVIg Plasma Alliance, mendaftarkan pasien pertamanya dalam uji klinis Tahap 3 pada Jumat setelah tertunda selama berbulan-bulan. Pihaknya berencana mendaftarkan 500 pasien dewasa dari Amerika Serikat, Meksiko serta 16 negara lainnya dan berharap mendapatkan hasilnya akhir tahun ini.

"Peluang untuk berhasil sangat tinggi. Dan itulah alasannya kami meluncurkan kampanye agar mempercepat donasi plasma konvalesen untuk membuat sekaligus memproduksi produk ini," kata Weber dikutip Reuters, Senin (12/10).

Aliansi yang terdiri atas CSL Behring, Biotest AG Jerman dan perusahaan lainnya, sedang menguji terapi globulin hiperimun yang berasal dari plasma darah pasien sembuh Covid-19. Terapi globulin hiperimun menghasilkan dosis antibodi standar dan tidak perlu dibatasi pada pasien dengan kecocokan jenis darah.

Metode ini membuatnya lebih berkembang dan mudah ketimbang pengobatan dengan plasma konvalesen yang diambil dari pasien sembuh.

Baca Selanjutnya: Lebih Mahal...

Halaman

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami