Langkah Nekat Mahathir Mohamad Setelah Kembali Pimpin Malaysia

DUNIA | 31 Januari 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dikenal sebagai pemimpin yang tegas. Beberapa gebrakannya dilakukan untuk kemajuan Malaysia. terutama masalah utang yang masih membebani Malaysia. Mahathir masih berupaya untuk melunasi utang Malaysia sekitar 1 triliun ringgit atau Rp 3,436 triliun.

Berikut beberapa gebrakan Mahathir Mohamad setelah pimpin Malaysia yang menjadi sorotan negara-negara lain:

1 dari 3 halaman

Hentikan Proyek China

Mahathir Mohamad. ©2018 REUTERS/Lai Seng Sin

Niatnya ini sudah tercetus pada 2018 lalu. Ia berupaya membatalkan semua proyek infrastruktur bernilai miliaran dolar yang didukung oleh China. Upaya ini Ia lakukan untuk mengurangi utang Malaysia.

Proyek itu adalah proyek pengerjaan laluan Rel pantai Timur (ECRL). Proyek ini dihentikan pada Juli 2018. Musyawarah Kabinet Pemerintahan Malaysia sudah menyetujui pembatalan kontrak dengan China Communication Construction Company Ltd (CCCC). Proyek tersebut memakan dana hampir USD 20 miliar atau Rp 282 triliun setahun.

Meskipun 80 persen dana ditanggung CCCC, namun Malaysia belum mampu untuk membayar sisanya. "Perdana Menteri Mahathir Mohamad telah mengambil keputusan karena biaya untuk membangun ECRL ini terlalu besar karena kita tidak mempunyai kemampuan keuangan," kata Menteri Perekonomian Malaysia, Datuk Seri Mohamed Azmin Ali.

2 dari 3 halaman

Merebut Lagi Proton

Proton 2020 Mahathir Mohamad. ©Mukhriz Hazim

Mahathir berniat untuk mendirikan perusahaan mobil nasional (MobNas) yang baru. Hal ini ia lakukan, karena perusahaan asal China, Zhejiang Geely Holdings, sudah membeli Proton. "Mobil nasional harus dimiliki rakyat Malaysia. Perusahaan itu telah dijual ke perusahaan China, itu tidak lagi jadi mobil nasional," katanya.

Nantinya, peluncuran mobil nasional lainnya akan kolaborasi dengan mitra di Asia seperti Thailand, Jepang, China dan Korea Selatan. Mahathir ingin mobil nasional masuk ke pasar dunia.

"Saya yakin, kami punya kemampuan untuk menghasilkan mobil berkualitas baik yang dapat dijual ke seluruh dunia. Kami ingin akses ke pasar dunia," katanya.

Rencananya Proton akan diambil alih kembali. Untuk menunjukkan kecintaannya pada mobil nasional Malaysia, Mahathir menggunakannya saat pelantikan lalu. Dia menggunakan Proton Perdana tipe limusin dengan pelat Proton 2020.

3 dari 3 halaman

Potong Gaji para Menteri

Mahathir Mohamad. ©2013 Merdeka.com/Faisal Assegaf

Tak hanya hentikan proyek China, Mahathir juga memotong 10 persen gaji menteri Malaysia untuk menghemat pengeluaran negara. "Yang dipotong ini adalah gaji pokok menteri. Ini untuk membantu keuangan negara. Praktik ini sudah saya lakukan ketika jadi perdana menteri pada 1981," ujar Mahathir.

Dia juga ingin membubarkan lembaga-lembaga negara yang dinilainya 'tidak penting' seperti Komisi Transportasi Darat Publik (SPAD), Dewan Profesor Nasional dan Departemen Urusan Jasa.