Laporan Intelijen AS Sebut China Umumkan Data Palsu Soal Angka Kematian Karena Corona

Laporan Intelijen AS Sebut China Umumkan Data Palsu Soal Angka Kematian Karena Corona
Pasar Ikan di Wuhan. ©HECTOR RETAMAL/AFP
DUNIA | 2 April 2020 14:03 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sebuah laporan intelijen Amerika Serikat yang diajukan pekan lalu ke Gedung Putih mengklaim para pejabat China menyembunyikan tingkat penyebaran wabah virus corona di negara itu. Intelijen AS menyebut China tidak melaporkan angka kematian dan angka kasus. Demikian dilaporkan Bloomberg kemarin.

Bloomberg menulis, dua pejabat, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan laporan itu menyimpulkan bahwa jumlah orang China yang terkait dengan infeksi virus corona itu palsu dan mengurangi angka kematian sebenarnya.

Wakil Presiden AS, Mike Pence dalam wawancara bersama CNN pada Rabu mengkritik peran Beijing dalam menghadapi krisis kesehatan ini.

"Kenyataannya adalah bahwa kita bisa lebih baik jika China lebih terbuka," kata Pence, dilansir dari The Times of Israel, Kamis (2/4).

"Apa yang tampak jelas sekarang adalah bahwa jauh sebelum dunia mengetahui pada bulan Desember China sedang menghadapi ini, dan mungkin sebulan lebih awal dari itu, bahwa wabah itu nyata di China."

Baca Selanjutnya: Laporan Newsweek awal pekan ini...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami