“Jika Anda Telah Divaksinasi dan Ada di Luar, Lepaskan Masker Anda”

“Jika Anda Telah Divaksinasi dan Ada di Luar, Lepaskan Masker Anda”
Anthony Fauci. ©REUTERS/Yuri Gripas
DUNIA | 14 Mei 2021 12:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Direktur Institut Nasional Penyakit Alergi dan Menular Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci, menyampaikan dalam acara CBS This Morning, orang-orang yang telah divaksinasi Covid-19 tidak perlu memakai masker jika ada di luar.

“Kita harus membuat transisi itu,” ujar Fauci, dikutip dari CNN, Jumat (14/5).

“Jika Anda divaksinasi, Anda tidak harus memakai masker di luar. Ini akan menjadi situasi yang sangat tidak biasa, jika Anda pergi ke tempat yang benar-benar ramai di mana orang-orang berdesakan satu sama lain, Anda pakai lah masker. Tapi di waktu yang lain, jika Anda divaksinasi dan Anda di luar, lepaskan masker Anda. Anda tidak harus memakainya,” lanjutnya.

CDC menyampaikan dalam pedoman kesehatannya yang diperbarui akhir April lalu, orang yang telah divaksinasi penuh bisa dengan aman melepaskan maskernya di tengah kerumunan kecil di luar ruang, tapi disarankan tetap memakai masker jika berada di kerumunan besar.

Berdasarkan data terbaru, AS telah menyuntikkan 265 juta dosis vaksin Covid-19. Warga yang divaksinasi lengkap atau telah menerima dua dosis vaksin sebanyak 118 juta orang atau 35,8 persen populasi. Lima negara bagian dengan jumlah vaksinasi tertinggi yaitu California, Texas, New York, Florida, dan Pennsylvania.

Sementara itu, dosis vaksin yang telah diberikan di seluruh dunia mencapai 1,37 miliar. Jumlah penduduk dunia yang telah mendapat vaksinasi lengkap sebanyak 333 juta atau baru 4,3 persen.

Dalam kesempatan itu, Fauci juga mengatakan dia tidak yakin vaksin Covid-19 harus diwajibkan untuk anak-anak agar bisa kembali ke sekolah.

“Kapan pun Anda membicarakan tentang mewajibkan sesuatu, itu selalu menjadi beban masalah,” ujarnya.

“Saya tidak yakin kita harus mewajibkan anak-anak, kita harus mendorong mereka. Tapi Anda harus hati-hati ketika Anda menetapkan sebuah persyaratan untuk sesuatu, yang biasanya membuat Anda mendapat banyak tekanan, tekanan yang bisa dipahami.”

Pada Senin, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA memperluas otorisasi penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech untuk anak-anak usia 12-15 tahun.

Pada Rabu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC, Dr Rochelle Walensky mengatakan pihaknya merekomendasikan penggunaan vaksin dalam kelompok usia ini menyusul rapat Komite Penasihat Praktik Imunisasi.

Fauci mengatakan, bagi orang tua yang khawatir atas dampak jangka panjang vaksin, “profil keamanannya benar-benar kuat dan sehat,” dan menyoroti orang-orang telah menerima vaksin selama hampir satu tahun sekarang “tidak ada efek jangka panjang yang dapat dilihat siapa pun.”

Dia menambahkan, orang tua harus diberi informasi yang mereka butuhkan.

“Hal yang wajar untuk mengkhawatirkan anak-anak Anda dan mempertanyakan. Dan itulah alasan mengapa Anda ingin memberi mereka informasi sebanyak mungkin dan sangat terbuka serta transparan tentang informasi tersebut.” (mdk/pan)

Baca juga:
Pemkot Bandung Mulai Kembali Vaksinasi Covid-19 Pada Sabtu 15 Mei 2021
Kemenkes: Vaksin Sinovac Ampuh Cegah Penularan Covid-19 & Kematian Hingga 98 Persen
CEK FAKTA: Tidak Benar Kabar Vaksin Gratis untuk Pemudik
Komnas KIPI Didesak Segera Ungkap Penyebab Meninggalnya Trio Setelah Divaksinasi
Kemenkes: 80,8 Persen Masyarakat Bersedia Divaksinasi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami