Ledakan di Beirut Lebanon Dilaporkan Picu Gas Beracun, Warga Diminta Pakai Masker

Ledakan di Beirut Lebanon Dilaporkan Picu Gas Beracun, Warga Diminta Pakai Masker
DUNIA | 5 Agustus 2020 06:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ledakan di Beirut Lebanon dikabarkan memicu gas beracun. Kedutaan Besar AS di ibu kota itu sudah mengeluarkan security alert atau peringatan keamanan terkait ledakan di Beirut Lebanon itu.

"Ada laporan gas beracun yang lepas akibat ledakan itu, sehingga semua di daerah itu harus tinggal di dalam ruangan dan memakai masker jika ada," kedutaan memperingatkan seperti dikutip dari CNN, Rabu (5/8).

Selain itu, pihak kedutaan juga mendesak warga AS di daerah yang terkena dampak untuk "menghubungi orang terdekat dan atau memperbarui status mereka di media sosial."

Ledakan di Beirut Lebanon pada Selasa sore waktu setempat dilaporkan menewaskan puluhan orang. Kabar terbaru mengutip AFP, jumlah korban mencapai 73 orang. Sementara mereka yang cedera kabarnya lebih dari 2.700.

Baca Selanjutnya: Ledakan Terasa Hingga Radius 200...

Halaman

(mdk/did)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami