Maduro Umumkan Penjatahan Listrik Selama 30 Hari di Tengah Krisis Berkepanjangan

DUNIA | 1 April 2019 10:48 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan 30 hari penjatahan listrik, setelah pemerintahannya sebelumnya memutuskan untuk mengurangi hari kerja dan menutup sekolah-sekolah akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan alasan bahwa tidak ada lagi persediaan listrik yang bisa digunakan oleh rakyat dan menyatakan bahwa krisis listrik masih ada. Pemerintah menyebut pemadaman listrik secara bergilir pada Maret lalu merupakan sabotase.

"Saya menyetujui rencana 30 hari penjatahan listrik," ujar Maduro dalam wawancara dengan televisi pemerintah, seraya menekankan bahwa layanan air tetap akan dijamin, dikutip dari AFP, Senin (1/4).

Pemadaman listrik yang berkepanjangan saat ini telah menyebabkan infrastruktur di negara tersebut lumpuh. Ditambah lagi, sekitar 25.000 yang bekerja di sektor kelistrikan dan telah menjadi 'tenaga dan otak' di bidang listrik telah meninggalkan negara itu.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan langkah-langkah lain sebagai akibat dari kekurangan listrik di negara tersebut.

"Untuk mencapai konsistensi dalam penyediaan listrik, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penangguhan kegiatan sekolah dan menetapkan hari kerja hingga pukul 14:00 di lembaga-lembaga publik dan swasta," kata Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez.

Tanpa listrik, tempat pemompa tidak dapat bekerja dengan maksimal sehingga layanan air akan terbatas. Lampu jalan dan lampu lalu lintas menjadi gelap, pompa di stasiun pengisian bahan bakar juga akan kosong, dan telepon seluler serta layanan internet tidak akan tersedia.

"Situasi ini akan berlanjut dan situasinya sangat serius. Nantinya akan ada lebih banyak pemadaman dan penjatahan," ungkap Winton Cabas, presiden asosiasi Venezuela Teknik Elektro dan Mekanik.

"Seluruh jaringan listrik hampir tidak bisa menghasilkan antara 5.500 dan 6.000 megawatt, padahal kapasitasnya bisa menghasilkan hingga 34.000 megawatt," tambahnya.

Baca juga:
Maduro Tuding Pemadaman Listrik Dilakukan Penembak Jitu Bayaran
Pimpinan Oposisi Venezuela Dilarang Berpolitik Selama 15 Tahun
Donald Trump Peringatkan Rusia Tak Ikut Campur Soal Venezuela
Listrik Masih Padam, Warga Venezuela Berebut Isi Baterai Ponsel
Gelap Gulita Bandara Venezuela

(mdk/ias)