Mahkamah Internasional Perintahkan Myanmar Cegah Genosida Warga Rohingya

DUNIA | 24 Januari 2020 11:08 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pengadilan Tinggi PBB atau Mahkamah Internasional perintahkan Myanmar untuk melakukan segala upaya untuk mencegah genosida terhadap warga Muslim Rohingnya. Gambia menggugat Myanmar ke Pengadilan Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida. Demikian disampaikan hakim Mahkamah Internasional dalam persidangan yang berlangsung pada Kamis (23/1).

Mahkamah Internasional mengabulkan serangkaian langkah darurat yang diminta oleh negara mayoritas Muslim, Gambia, di bawah Konvensi Genosida 1948.

Hakim Ketua, Abdulqawi Ahmed Yusuf mengatakan Myanmar harus mengambil semua langkah untuk mencegah tindakan yang diterangkan di dalam konvensi. Termasuk "membunuh anggota kelompok" dan "dengan sengaja merusak kehidupan kelompok tertentu yang menyebabkan kehancuran fisiknya secara keseluruhan atau sebagian." Demikian dikutip dari The Star, Jumat (24/1).

Pengadilan yang berbasis di Den Haag itu juga memerintahkan Myanmar untuk melaporkan kembali dalam waktu empat bulan, dan kemudian setiap enam bulan setelah itu.

1 dari 1 halaman

Tuduhan genosida merujuk pada tindakan keras militer Myanmar tahun 2017 yang mengakibatkan sekitar 740.000 warga Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Militer Myanmar juga dituding melakukan pemerkosaan, pembakaran, dan pembunuhan massal.

Tim PBB sebelumnya sudah menggelar penyelidikan dan menemukan cukup bukti untuk menyebut tindakan aparat keamanan Myanmar melakukan genosida. Namun pada saat itu tim PBB tidak diberi akses ke Myanmar dan hanya mengandalkan wawancara dengan sejumlah pengungsi Rohingya di Bangladesh. (mdk/pan)

Baca juga:
Militer Myanmar Lakukan Kejahatan Perang tapi Tidak Terbukti Genosida Rohingya
Muslim Rohignya Soal Suu Kyi: Kami Dulu Mendoakannya, Sekarang Dia Membela Pembunuh
Suu Kyi akan Hadiri Sidang Mahkamah Internasional, Warga Myanmar Demo Beri Dukungan
HRW Sebut Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Akan Jadi Penjara Terbuka
Bertemu Dubes Myanmar, Ma'ruf Tegaskan Komitmen RI Bantu Solusi Konflik di Rakhine
Biksu Thailand Sebut Toleransi Umat Beragama Kerap Dicederai Ujaran Kebencian

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.