Malaysia akan Pulangkan Warganya yang Ditahan di Suriah karena Gabung ISIS

DUNIA | 14 Oktober 2019 16:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Malaysia akan memulangkan 40 warga negaranya yang ingin kembali setelah ditahan atas dugaan terorisme di Suriah.

"Total 40 dari 65 warga Malaysia yang ditahan di Suriah telah menghubungi kami dan memberi tahu kami bahwa mereka ingin pulang. Kami berharap jumlah mereka yang ingin pulang bertambah dari waktu ke waktu," ujar Kepala Divisi Pencegahan Terorisme Cabang Khusus (Aman) Cabang Bukit Aman, Ayob Khan Mydin Pitchay dua hari lalu.

"Kami telah memperoleh informasi bahwa kamp-kamp di Suriah berada dalam situasi kritis, terutama karena kekurangan makanan."

Dikutip dari the Straits Times, Minggu (13/10), dari 40 orang, 11 di antaranya adalah laki-laki, dan sisanya adalah perempuan dan anak-anak, katanya kepada wartawan setelah panel di Forum Perdana yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Kesejahteraan Muslim Malaysia (YDKMM) bersamaan dengan Hari Prajurit di Masjid Sultan Idris Shah II.

Deputi Komandan Ayob Khan mengatakan polisi hanya bisa terlibat dalam tahap awal upaya untuk membawa pulang warga Malaysia, tetapi keputusan akhir akan berada pada pemerintah dan proses komunikasi dengan agen-agen asing.

"Para lelaki itu sekarang ditahan di penjara Al-Hasakah sementara wanita dan anak-anak ditempatkan di kamp Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR)," katanya.

1 dari 1 halaman

Interaksi Lewat Media Sosial

Pada Oktober tahun lalu, polisi Malaysia berhasil membawa pulang seorang wanita Malaysia dan dua anaknya; seorang pria Malaysia; dan seorang wanita Malaysia istri dari anggota kelompok ISIS yang terbunuh dalam pertempuran.

Wakil Komandan Ayob Khan mengatakan bahwa para lelaki Malaysia yang dibawa pulang akan dituntut di pengadilan sementara untuk para perempuan, itu akan tergantung pada seberapa terpengaruh mereka usai ditahan di sana.

Sementara bagi anak-anak, mereka akan menjalani program rehabilitasi.

Dia mengatakan, masih banyak lagi warga Malaysia yang ditangkap karena berniat pergi ke Suriah sementara perkembangan terakhir menunjukkan bahwa Filipina Selatan dengan cepat berubah menjadi wilayah terbaru untuk melakukan kegiatan teror dengan dasar bahwa secara geografis lebih dekat dan lebih mudah untuk masuk dan keluar.

"Banyak dari mereka berinteraksi melalui media sosial," katanya.

Sebelumnya, dia menunjukkan bahwa lantaran tidak mengikuti ajaran Islam yang benar adalah salah satu alasan mengapa beberapa muslim terlibat dalam terorisme, dengan banyak dari para tersangka dipengaruhi oleh ideologi dan ajaran yang menyimpang.

"Mereka menolak pandangan dan interpretasi orang lain dan pada kenyataannya penafsiran mereka mirip dengan pola pikir mafia," tutupnya.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Malaysia Bakal Bolehkan Warga Tanam Ganja untuk Tujuan Medis
Militer Filipina Bantah Laporan Abu Sayyaf Minta Tebusan bagi 3 WNI Diculik
Impor Baju Bekas Paling Banyak dari Malaysia dan Singapura
Malaysia Denda Grab USD 20 Juta
Tak Punya Visa Kerja, 26 WNI Diamankan Imigrasi Malaysia
Water Slide Terpanjang di Dunia Milik Penang Resmi Dibuka