Malaysia Berencana Beli Jet Tempur Buatan India

DUNIA | 3 Desember 2019 06:38 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Malaysia memperlihatkan ketertarikan membeli jet tempur Tejas buatan India meski hubungan dengan New Delhi belakangan agak memanas karena isu Kashmir.

Dilansir dari laman Asia Nikkei pekan lalu, menurut sumber pertahanan yang tidak ingin diketahui identitasnya, perusahaan pemerintah India, Hindustan Aeronautics, yang dikenal sebagai produsen pesawat tempur dengan jet tunggal paling ringan di dunia, akan mengajukan proposal awal tahun depan untuk memasok 36 pesawat tempur kepada Angkatan Udara Kerajaan Malaysia.

Kabar ini muncul di tengah memanasnya hubungan India dan Malaysia setelah Kuala Lumpur mendukung Pakistan dalam isu Kashmir yang Agustus lalu dicabut status otonominya oleh pemerintah India di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Dalam pidatonya di depan Sidang Majelis PBB September lalu, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, India menginvasi dan menduduki Kashmir. Pemerintah India mengecam pidato Mahathir itu dengan menyebutnya 'tidak patut'.

Importir India juga mulai bulan lalu menyetop pembelian minyak kelapa sawit dari Malaysia karena khawatir mendapat sanksi dari pemerintah. Pengamat mengatakan, meski hubungan diplomatik kedua negara sedang memburuk, namun kedua negara tetap menjalin hubungan perdagangan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Solvent Extractor India, B.V Mehta mengatakan kepada Nikkei Asian Review pekan lalu, sejumlah importir India melanjutkan kembali pembelian dari Malaysia yang memasok tiga ton minyak sawit saban tahun ke India.

Asosiasi itu bulan lalu sudah memperingatkan para importir agar jangan berurusan dengan Malaysia untuk mengantisipasi aksi balasan. Namun Mehta mengatakan "sejumlah orang sudah mulai membeli lagi minyak sawit".

1 dari 1 halaman

40 Persen Jet Tempur Malaysia Perlu Diperbarui

Sejumlah pengamat juga menilai memanasnya hubungan diplomatik kedua negara tidak akan mengganggu Hindustan Aeronautics menjual jet tempur ke Malaysia.

"Hindustan Aeronautics ingin terus tumbuh dan berkarya untuk mengembangkan divisi internasional," ujar Pankaj Jha, mantan wakil direktur Sekretariat Dewan Keamanan Nasional India.

Menurut dia, ketegangan diplomatik ini hanya sementara dan akan pulih di masa depan.

"Apalagi, Mahathir tidak akan terus berkuasa lebih dari dua atau tiga tahun, dan hubungan India-Malaysia akan kembali pulih."

Namun seorang sumber mengatakan Hindustan Aeronautics tidak akan bisa mengajukan proposal kontrak ke Malaysia jika tidak mendapat lampu hijau dari pemerintah India.

Tejas yang berarti "cahaya" dalam bahasa Sansekerta pernah dipamerkan di Pameran Angkasa dan Kelautan Internasional Langkawi Maret lalu. Mahathir dan Menteri Pertahanan Muhamad Sabu memeriksa jet tempur itu dan bertemu dengan sejumlah pejabat Angkatan Udara India.

Menurut kantor berita Malaysia, Bernama, Kepala Angkatan Udara Kerajaan Malaysia Jenderal Affandi Buang mengatakan sekitar 40 persen armada tempurnya yang berasal dari Inggris, Amerika, dan Rusia, perlu segera dimutakhirkan.

Pimpinan dan Direktur Hindustan Aeronautics R. Madhavan mengatakan pada Maret lalu, Tejas akan menjadi pengganti yang bagus bagi jet tempur Malaysia.

Tejas dilengkapi dengan sistem penerbangan canggih, persenjataan, navigasi dan radar, dan mampu memuat persenjataan buatan dari berbagai negara.

Selain Tejas, Malaysia juga mempertimbangkan membeli JF-17 buatan China dan Pakistan, serta FA-50 Korea Selatan.

Pengamat pertahanan Jha menyebut India selama beberapa dekade memakai jet Rusia dan terinspirasi dari pesawat Rusia itu ketika mengembangkan Tejas.

"Malaysia juga sudah memakai jet Rusia dari lama, jadi Tejas akan cocok," kata Jha. (mdk/pan)

Baca juga:
Bertemu di Gedung Putih, Trump Sebut Dirinya Penggemar Berat Erdogan
PT Dirgantara Indonesia Kirim Satu Unit Pesawat NC212i pesanan Thailand
Kemampuan Tempur F-16 Viper Akan Jawab Kebutuhan Tugas TNI AU
Pengadaan Pesawat Tempur KFX/IFX Masih Dalam Kajian
Canggihnya Pesawat Militer Buatan Anak Negeri Sampai Diekspor ke Nepal
Manuver Memukau Pesawat Tempur Sukhoi TNI dalam Gladi Bersih