Malaysia Deportasi 1.086 Warga Negara Myanmar

Malaysia Deportasi 1.086 Warga Negara Myanmar
Kapal AL Myanmar yang dikirim ke Malaysia untuk angkut warganya yang dideportasi.. ©Lim Huey Teng/Reuters
DUNIA | 24 Februari 2021 15:09 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Malaysia mendeportasi 1.086 warga negara Myanmar, walaupun pengadilan memerintahkan agar pemulangan dihentikan sementara di tengah kondisi Myanmar yang memanas setelah militer kembali berkuasa melalui kudeta awal Februari lalu.

Dirjen di Departemen Imigrasi Malaysia, Kairul Dzaimee Daud, menyampaikan pada Selasa, kelompok tersebut setuju untuk kembali ke negaranya secara sukarela dan dikirim dengan tiga kapal milik Angkatan Laut Myanmar.

Langkah tersebut dilaksanakan setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memberikan izin tinggal sementara, melarang pemulangan 1.200 orang sampai pukul 10.00 waktu setempat pada Rabu.

Perintah tersebut diterbitkan sebagai tanggapan atas permintaan peninjauan kembali dari Amnesty International dan Asylum Access, yang mengatakan nyawa orang dalam kelompok tersebut berisiko dan lebih dari puluhan tahanan tersebut merupakan anak-anak dengan setidaknya salah satu orang tuanya berada di Malaysia.

Daud menyampaikan, mereka yang dipulangkan adalah warga negara Myanmar yang ditangkap tahun lalu dan tidak termasuk pencari suaka atau pengungsi Rohingnya.

“Semua yang dideportasi itu setuju untuk pulang atas kemauan bebas mereka tanpa dipaksa,” jelasnya dalam pernyataannya, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (24/2).

Dalam pernyataannya, Daud tak menyinggung putusan pengadilan atau menjelaskan mengapa hanya 1.086 orang yang dideportasi, bukan 1.200.

Direktur Eksekutif Amnesty International Malaysia, Katrina Jorene Maliamauv mengatakan sebelumnya bahwa pengadilan akan menyidangkan tuntutan mereka pada Rabu dan mendesak Malaysia memberikan akses bagi badan pengungsi PBB, UNHCR kepada kelompok tersebut untuk memvefirikasi kelompok suaka.

“Pemerintah harus menghormati perintah pengadilan dan memastikan tidak satu pun dari 1.200 orang itu dideportasi hari ini,” jelasnya dalam sebuah pernyataan.

Direktur Eksekutif Asylum Access, Tham Hui Ying, mengatakan memulangkan anak-anak akan melanggar komitmen Malaysia atas Konvensi Hak-Hak Anak, dan UU Anak Malaysia sendiri yang berisi komitmen pertanggungjawaban untuk melindungi anak-anak.

Baca Selanjutnya: Surati Perdana Menteri...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami