Malaysia Kirim Balik 150 Kontainer Sampah Plastik ke Empat Negara

DUNIA | 21 Januari 2020 14:08 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Malaysia mengirim balik 150 kontainer sampah plastik kiriman dari empat negara yaitu Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan Kanada. Malaysia juga menegaskan negaranya bukan tempat pembuangan sampah dunia. Negara ini dibanjiri pengiriman limbah plastik ilegal sejak 2018.

Pada Senin (20/1), Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin, mengatakan telah memerintahkan 3.737 metrik ton sampah untuk dikembalikan ke 13 negara.

Dari 150 kontainer, 43 dikirim kembali ke Prancis dan 42 ke Inggris, sementara 17 lainnya dikirim ke AS dan 11 kontainer dikembalikan ke Kanada.

"Malaysia bukanlah tempat pembuangan sampah dunia," tulis Yeo dalam unggahan panjangnya di Facebook, dikutip dari CNN, Selasa (21/1).

Dia menambahkan, negara dan perusahaan pengirim limbah sampah tersebut akan menanggung biaya pengiriman balik.

1 dari 1 halaman

China memberlakukan larangan impor sampah plastik sejak dua tahun lalu, sebagai bagian inisiatif untuk membersihkan lingkungannya. Langkah itu menyebabkan rantai pasokan global terganggu, karena perantara mencari negara tujuan baru untuk sampah mereka, termasuk Malaysia.

Laporan Greenpeace baru-baru ini menemukan bahwa selama tujuh bulan pertama tahun 2018, sampah plastik yang diekspor dari AS ke Malaysia lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penolakan limbah plastik juga terjadi di Filipina, dimana berton-ton sampah plastik impor menumpuk di negara tersebut.

Pada Mei, pemerintah dari 187 negara, termasuk Malaysia, setuju untuk menambahkan plastik ke Konvensi Basel, sebuah perjanjian yang mengatur perpindahan bahan berbahaya dari satu negara ke negara lain, untuk memerangi dampak berbahaya dari limbah plastik di seluruh dunia. AS tidak termasuk dalam perjanjian ini. (mdk/pan)

Baca juga:
LIPI Teliti Sampah Plastik di Laut, Limbah Rakyat RI atau Milik Negara Lain
Di Kroasia, Cak Imin Minta Eropa Setop Ekspor Sampah Plastik ke RI
Menikmati Kesejahteraan dari Sampah Plastik
Khofifah Cari Solusi Agar Pabrik Tahu Tidak Gunakan Sampah Plastik Impor
New York Times Sebut Sampah Plastik Impor Jadi Bahan Bakar Pabrik Tahu di Indonesia
Indonesia Pulangkan 38 Kontainer Limbah dan Sampah Dari Amerika Serikat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.