Malaysia Lockdown, Mahasiswa Indonesia Khawatir Stok Makanan Menipis

Malaysia Lockdown, Mahasiswa Indonesia Khawatir Stok Makanan Menipis
DUNIA | 19 Maret 2020 14:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Malaysia kini berada dalam status karantina wilayah yang artinya pergerakan masyarakat di sana akan sangat dibatasi. Aturan ini tentu juga akan berdampak bagi para mahasiswa Indonesia yang kini menempuh pendidikan di Negeri Jiran.

Hingga kini, tidak ada mahasiswa Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona COVID-19.

Bahkan, karena berstatus karantina banyak dari mereka yang memutuskan untuk kembali ke Tanah Air untuk sementara waktu, hingga situasinya kembali kondusif.

"Seluruh rekan-rekan mahasiswa khususnya PPI di Malaysia terpantau ada yang pulang ke Indonesia baik itu kemaren maupun hari ini. Tapi, masih ada yang standby di Malaysia sambil menunggu dua minggu, hingga lockdown ini berakhir," ujar Muhammad Rajiv, selaku Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia periode 2019-2020, ketika dihubungi oleh Liputan6.com, Rabu (18/3).

1 dari 1 halaman

Selaku Ketua Umum PPI setempat, Rajiv mengharapkan para mahasiswa untuk tidak panik dalam menanggapi status lockdown ini. Terlebih, hingga ikut ambil dalam tindakan 'panic buying' yang terjadi di Malaysia sebelum diterapkannya status lockdown.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut tidak perlu terjadi lantaran toko-toko penyedia stok makanan masih dapat diakses walaupun terbatas. Selain itu, ia juga khawatir bahwa di tengah keramaian di supermarket, justru bisa menjadi sumber penyebaran Virus Corona COVID-19.

Rajiv juga menyampaikan bahwa ada kekhawatiran yang muncul dari beberapa mahasiswa terkait stok makanan ketika mereka diisolasi di kampus masing-masing.

"Banyak sekali kekhawatiran teman-teman mahasiswa yang merasa ketika terisolir di kampus justru mereka tidak dapat mengakses untuk meraih tempat-tempat di mana panganan atau makanan tersedia. Jadi mereka takut ketersediaan makanan di kampus tidak cukup, karena ragu segala sesuatunya dapat available di dalam kampus," katanya.

Dalam status lockdown ini, mahasiswa Indonesia yang kini menempuh gelar PhD di International Islamic University Malaysia Gombak itu menyampaikan bahwa pemerintah pusat sebelumnya telah memberikan aturan kewajiban penyerahan surat jika ingin bepergian melintas negara.

Surat tersebut dapat diurus di otoritas wilayah. Namun, karena membeludaknya permintaan dan banyak orang yang mengantre untuk mendapatkannya, pemerintah pun mencabut aturan tersebut. Kini, aturan terkait masalah itu masih dibahas pemerintah Malaysia.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Lion Air Group Setop Penerbangan ke Malaysia
Pertama Kali, Malaysia Laporkan Dua Kasus Kematian Karena Virus Corona
Malaysia Tutup Hotel, Kasino & Arena Bermain di Genting Cegah Penyebaran Corona
Kebijakan Lockdown Malaysia Picu Panic Buying di Singapura
Jokowi Belum Kepikiran, 8 Negara Ini Lakukan Lockdown Termasuk Malaysia
Malaysia Umumkan Lockdown Nasional Terkait Wabah Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5