Manfaatkan Isu Wabah Virus Corona untuk Sebar Hoaks dan Raup Keuntungan

Manfaatkan Isu Wabah Virus Corona untuk Sebar Hoaks dan Raup Keuntungan
DUNIA | 13 Februari 2020 07:25 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Wabah virus corona baru atau Covid-19 terus menyebar dan angka kematian terus meningkat, khususnya di Chian daratan. Virus ini muncul pertama kali pada Desember 2019 di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan virus ini adalah ancaman global yang berpotensi lebih buruk daripada terorisme. Seluruh dunia pun dilanda kekhawatiran terkait penyebaran virus ini.

Kendati demikian, masih saja ada orang yang memanfaatkan isu ini untuk meraih keuntungan pribadi. Sebagaimana pasangan yang ada di Hungaria ini yang sengaja menyebar hoaks demi uang.

Polisi Hungaria mengatakan pada Sabtu telah membongkar jaringan situs web "berita palsu" yang melaporkan dugaan kematian terkait virus corona di Hungaria. Padahal sampai saat ini belum ada kasus wabah corona yang dilaporkan di negara tersebut.

Sepasang laki-laki dan perempuan diduga mengoperasikan puluhan portal berita palsu dan menyebarkannya ke Facebook. Di sejumlah berita hoaks yang diterbitkan, disebutkan sejumlah orang telah terinfeksi dan meninggal karena virus corona. Demikian pernyataan di situs kepolisian Hungaria, dikutip dari Alarabiya, Rabu (12/2).

Situs-situs itu, yang artikelnya memuat berita utama yang sensasional, ditujukan untuk meningkatkan traffic dan meningkatkan pendapatan iklan, kata polisi.

"Seorang wanita Hungaria berusia 37 tahun telah pingsan dan meninggal di Budapest, mungkin karena virus korona," bunyi salah satu berita utama dari salah satu situs yang ditampilkan oleh polisi.

Peralatan komputer disita di beberapa lokasi selama penggerebekan Jumat, kata pernyataan itu.

1 dari 2 halaman

Ancaman Global

rev2

Sebelumnya, WHO mengimbau seluruh dunia agar sadar dengan ancaman virus ini.

"Dunia harus bangun dan menganggap virus musuh ini sebagai musuh publik nomor satu," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Menurutnya dampak virus ini bisa lebih berbahaya daripada teror.

"Sejujurnya, virus lebih kuat dalam menciptakan pergolakan politik, sosial dan ekonomi daripada serangan teroris," katanya.

"Itu musuh terburuk yang bisa Anda bayangkan."

Dampak pembatasan perjalanan, penguncian, dan penundaan produksi semakin terasa pada ekonomi China.

Ketika epidemi menekan ekonomi terbesar kedua di dunia, perusahaan-perusahaan China berjuang untuk kembali bekerja setelah liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang, ratusan dari mereka mengatakan bahwa akan membutuhkan pinjaman hingga miliaran dolar untuk tetap bertahan.

2 dari 2 halaman

Kematian Meningkat

rev2

Komisi Kesehatan Nasional pada Selasa menyampaikan, total kematian di China daratan mencapai 1.016. Sebanyak 2.478 kasus infeksi baru telah terkonfirmasi, sehingga total infeksi mencapai 42.638. Demikian dikutip dari Aljazeera, Selasa (11/2).

Kasus kematian terbanyak ada di Provinsi Hubei, termasuk 67 di ibu kota provinsi, Wuhan. Virus ini disebut berasal dari sebuah pasar hewan laut di Wuhan yang juga menjual hewan liar.

Komisi Kesehatan Nasional menyampaikan kematian lainnya pada Senin dilaporkan di Provinsi Heilongjiang, Anhui dan Henan dan sejumlah kota seperti Tianjin dan Beijing.

Selama pertemuan dipimpin Perdana Menteri Li Keqiang pada Senin, sekelompok pejabat yang bertugas mengatasi wabah ini mengatakan akan bekerja untuk mengatasi kekurangan bahan baku dan tenaga kerja serta meningkatkan pasokan masker dan pakaian pelindung.

Mereka mengatakan hampir 20.000 tenaga medis dari seluruh negeri telah dikirim ke Wuhan, dan lebih banyak tim medis juga sedang dalam perjalanan. (mdk/pan)

Baca juga:
Organisasi Kesehatan Dunia Ganti Nama Virus Corona Jadi COVID-19
Waspada Virus Corona, Ini Cara Aman Untuk Travelling ke Luar Negeri
Industri Hiburan Kena Dampak Virus Corona, 4 Film Ini Gagal Rilis
Sejumlah Resort di Bintan Setop Operasi Akibat Virus Corona, Pegawai Dirumahkan
Antisipasi Wabah Corona, PSI Minta Semua Pihak Tidak Jalan Sendiri-Sendiri
Presiden Xi Jinping Telepon Jokowi, Pastikan China Bisa Lawan Wabah Corona
Bukan Korban Corona, Bule Berguling-guling di Bandara Bali Ternyata Sakit Pinggang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami