Mantan Direktur CIA: Amerika Tak akan Bertahan Jika Trump Menang Periode Kedua

DUNIA | 16 Juli 2019 06:12 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Amerika Serikat (AS) akan kembali menggelar Pemilu Presiden (Pilpres) pada 2020 mendatang. Petahana Donald Trump rencananya akan maju kembali menjadi capres. Trump dikenal sebagai presiden yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Baru-baru ini, dia kembali dikecam karena mencuit lewat Twitter menyerang anggota kongres perempuan dengan pernyataan rasial.

Jika Trump memenangkan kembali pertarungan Pilpres tahun depan, Amerika diprediksi akan menjadi negara gagal. Hal ini diprediksi mantan Direktur CIA, Michael Hayden.

John Ziegler yang menulis di situs web www.mediaite.com menyampaikan pernah mewawancarai Hayden. Dia pun menyatakan ketertarikannya dengan sejumlah pendapat yang dikeluarkan Hayden tentang masa depan Amerika.

Belum lama ini, setelah agak pulih dari stroke, Hayden melakukan wawancara pertamanya sejak kembali ke publik. Menurut Ziegler, ada beberapa hal sangat penting dalam wawancara tersebut yang kemudian dirangkum dalam tulisannya, dilansir dari Mediaite, Senin (15/7).

Ziegler menulis, Hayden sangat khawatir dengan pengunduran diri Dubes Inggris untuk AS, Sir Kim Darroch. Faktanya Trump juga terus menyerang Inggris, sekutu terdekat AS seperti musuh dan memperlakukan musuh-musuh AS layaknya sekutu. Selain itu Hayden juga mengatakan kedudukan AS di dunia sangat menderita karena perilaku Trump sebagai presiden.

Penyelidikan Robert Mueller terkait dugaan keterlibatan Rusia dalam Pilpres 2016 juga disinggung dalam wawancara tersebut. Diperkirakan hasilnya lebih buruk dari yang dibayangkan.

"Laporan Mueller bahkan lebih buruk untuk Trump daripada yang dia perkirakan dan dia sangat menantikan apa yang akan dikatakan Robert Mueller dalam kesaksian kongresnya pekan depan," tulis Ziegler.

"Dalam pendapatnya, Jaksa Agung Bill Barr dengan sengaja menipu rakyat Amerika atas nama Trump. Hayden setuju dengan pernyataan saya bahwa penembakan presiden terhadap Jeff Sessions, untuk memungkinkan penunjukan Barr, mungkin adalah hal paling mengerikan yang dilakukan Trump selama penyelidikan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ziegler menyampaikan, apa yang diuraikan dalam laporan Mueller sudah cukup untuk menjamin pemakzulan Trump, tetapi Hayden mengundurkan diri dengan gagasan bahwa tindakan terbaik adalah dengan melupakan proses pemakzulan dan memilih Trump lengser pada 2020.

"Dia (Hayden) dengan sedih menyimpulkan bahwa kerusakan yang telah dilakukan Trump terhadap institusi kita sejauh ini dapat dipertahankan, tetapi Amerika Serikat, setidaknya seperti yang kita ketahui, mungkin tidak dapat bertahan jika dia menjadi presiden dua periode," jelasnya.

Ziegler merekomendasikan agar rekaman wawancaranya dengan Hayden didengarkan. Rekaman wawancara itu bisa didengarkan secara daring melalui iTunes dan Whooska.

"Semua wawancara, di mana Hayden berjuang keras dengan gangguan kesehatannya saat ini, adalah penting dan layak untuk didengarkan," pungkasnya.

Baca juga:
Donald Trump Serang Anggota Kongres Perempuan dengan Pernyataan Rasial
Siap Lengserkan Donald Trump, Miliuner Tom Steyer Maju jadi Capres AS
Berselisih dengan Donald Trump, Para Pejabat AS Ini Dipecat dan Mengundurkan Diri
Donald Trump Habiskan Dana Rp16,9 Miliar untuk Perayaan HUT AS
Bermasalah dengan Donald Trump, Dubes Inggris Mundur

(mdk/pan)