Mantan Dokter Obama Sebut Donald Trump Menderita Masalah Syaraf

DUNIA | 20 November 2019 13:56 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Mantan dokter Barack Obama, David Scheiner memprediksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menderita gangguan syarat yang tak tertangani. Seringnya Trump tak mampu menemukan kata-kata tertentu diprediksi kemungkinan akibat stroke ringan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat wawancara dengan CNN terkait kunjungan mendadak Trump ke rumah sakit, yang memunculkan sejumlah spekulasi tentang kesehatannya.

"Jika dia melakukan pengecekan MRI (scan kepala) di sana, saya senang karena menurut saya dia memerlukannya," jelasnya menanggapi kunjungan dua jam Trump ke Rumah Sakit Pusat Militer Nasional Walter Reed pada Sabtu lalu, dilansir dari laman The Independent, Rabu (20/11).

Scheiner mengacu pada pidato Trump yang sering tak teratur dan kerap membingungkan, dia mengatakan itu bukan termasuk keseleo lidah, tapi Trump tak bisa menemukan kata-kata yang tepat.

"Ini terjadi lagi dan lagi," ujarnya.

"Komedian berseloroh soal itu, tapi itu bukan candaan. Saya pikir ada masalah neurologis (syaraf) yang tidak tertangani," lanjutnya.

Scheiner yang pernah menjadi dokter Obama selama 19 tahun sejak sebelum menjabat presiden menambahkan: "Kekhawatiran saya kemungkinan dia terkena stroke ringan. Kita pernah ada kasus serupa sebelumnya di Gedung Putih ketika Woodrow Wilson menjabat presiden."

"Ketidakmampuannya menemukan kata-kata itu aneh dan belum dijelaskan, dan saya pikir orang harus menganggapnya sebagai kemungkinan masalah neurologis," lanjutnya.

1 dari 1 halaman

Tanggapan Gedung Putih

Gedung Putih menegaskan kunjungan Trump ke rumah sakit - yang tak biasanya, tak ada di jadwal mingguannya - adalah pemeriksaan rutin sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan tahunan.

Dokter Trump, Sean Conley menyampaikan dalam pernyataan yang diterbitkan Selasa, kendati banyak muncul spekulasi tentang kesehatan Trump, dia mengatakan Trump tak mengalami nyeri di dada ataupun tak diperiksa dan dirawat untuk penyakit akut atau masalah mendesak.

"Secara khusus, dia tidak menjalani pemeriksaan jantung atau neurologis khusus," ujarnya.

Tetapi penjelasan resmi ditanggapi skeptis karena Trump menjalani pemeriksaan tahunan terakhirnya sembilan bulan yang lalu dan diketahui mendikte para dokter agar menyampaikan pernyataan tentang kesehatannya yang luar biasa baik. (mdk/pan)

Baca juga:
Tiga Kali Pertemuan Tanpa Hasil, Kim Jong-un Sudah Malas Bertemu Trump
Tajir Melintir, 5 Tokoh Ini Berniat Maju Capres Amerika Serikat 2020
Bertemu di Gedung Putih, Trump Sebut Dirinya Penggemar Berat Erdogan
Geng Narkoba Diduga Bunuh Sembilan Warga AS di Meksiko
Sidang Pertama Pemakzulan Trump Akan Disiarkan Langsung Pekan Depan
Paula White, Guru Spiritual Trump yang Kini Jadi Pegawai Gedung Putih