Mantan Tentara AL Korsel Mengaku Ikut Berperang di Ukraina dan Ingin Balik Lagi

Mantan Tentara AL Korsel Mengaku Ikut Berperang di Ukraina dan Ingin Balik Lagi
rhee keun. ©Reuters
DUNIA | 27 Mei 2022 18:36 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Seorang petempur sukarela yang kembali ke Korea Selatan dari Ukraina hari ini mengatakan dirinya harus pulih dari cedera dan siap menghadapi penyelidikan polisi karena melanggar larangan pergi ke Ukraina.

Para relawan dari seluruh dunia telah berdatangan ke Ukraina untuk membantu negara itu berperang melawan pasukan invasi Rusia sejak 24 Februari.

Rhee Keun, mantan anggota pasukan khusus angkatan laut Korsel yang juga dikenal sebagai Ken Rhee, pulang ke Korsel dan kepulangannya disiarkan langsung oleh media.

"Saya belum sepenuhnya meninggalkan medan perang tetapi pulang untuk memulihkan cedera. Saya ingin kembaliā€¦ karena perang itu belum selesai, masih banyak yang harus dilakukan," kata Rhee di bandara, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Jumat (27/5).

Rhee mengatakan dirinya mengalami cedera ligamen lutut di kedua kakinya, tetapi dia masih bisa berjalan.

Dia mengatakan sekitar 10 petugas polisi telah menunggunya ketika dia keluar dari pesawat. Mereka memerintahkan dirinya menjalani karantina COVID-19 satu pekan dan dia akan dipanggil untuk diinterogasi.

"Saya akan bersikap kooperatif dalam penyelidikan," kata dia.

Juru bicara kepolisian belum menanggapi permintaan untuk berkomentar, sementara juru bicara militer memastikan bahwa Rhee memang pernah bertugas di pasukan khusus AL.

Rhee mengunggah gambar dan video pengalamannya selama di Ukraina ke media sosial.

Kementerian luar negeri Korsel mengajukan gugatan terhadap dirinya pada pertengahan Maret, tak lama setelah dia pergi ke Ukraina, atas pelanggaran undang-undang paspor.

Korsel melarang warga negaranya bepergian ke Ukraina pada Februari atas alasan keamanan. Menurut UU itu, mereka yang melanggar larangan bisa dihukum penjara maksimal satu tahun atau denda sebesar 10 juta won (Rp116,09 juta).

Rhee mengatakan Ukraina telah menawarinya kewarganegaraan dan bahkan lahan, tetapi dia menolaknya.

"Saya tak berpikir menerima kewarganegaraan adalah cara yang benar untuk menghindari denda atau pengadilan," katanya. (mdk/pan)

Baca juga:
Stok Gandum Dunia yang Tersisa Hanya Cukup untuk 2,5 Bulan
Afrika Disebut Turut Jadi Korban Perang Rusia-Ukraina
Rusia Akan Buka Koridor Agar Kapal Asing Bisa Keluar dari Ukraina
AS Siap Kirimkan Roket Jarak Jauh ke Ukraina yang Bisa Jangkau Wilayah Rusia
Stok Gandum Dunia yang Tersisa Hanya Cukup untuk 2,5 Bulan
Afrika Disebut Turut Jadi Korban Perang Rusia-Ukraina
Rusia Akan Buka Koridor Agar Kapal Asing Bisa Keluar dari Ukraina
George Soros: Ukraina Bisa Jadi Awal Perang Dunia Ketiga
200 Mayat Ditemukan di Ruang Bawah Tanah Apartemen di Mariupol
Intelijen Ukraina: Putin Selamat dari Upaya Pembunuhan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami