Masa Depan ISIS Selepas Kematian Baghdadi

DUNIA | 29 Oktober 2019 07:25 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Kematian Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam penggerebekan pasukan Amerika Serikat dua hari lalu menjadi pukulan telak bagi kelompok teroris yang paling ditakuti di dunia itu. Namun sejumlah pengamat mengatakan kematian itu tampaknya tidak akan menghentikan simpatisan ISIS di seluruh dunia untuk menyebarkan teror dan ideologi ekstrem mereka.

Di bawah kepemimpinan Baghdadi, ISIS masih bisa beroperasi sendiri. Baghdadi yang tewas dalam usia 48 tahun itu dianggap sebagai pemimpin umat Islam oleh para pendukungnya. Dia juga dikenal sebagai orang yang sangat menjaga keamanan dan memberikan bawahannya keleluasaan untuk bertindak sendiri. Dalam berbagai propagandanya, ISIS kerap menyebut para pemimpin mereka bisa datang dan pergi tapi gerakan harus tetap berlanjut.

Lagi pula pendiri ISIS dan dua pemimpinnya yang terbunuh sebelum Baghdadi menjadi sosok yang dikenal sebagai orang yang memperluas kekuasaan ISIS di Timur Tengah dan sekitarnya.

Di tahun-tahun terakhirnya, Baghdadi menerapkan aturan keamanan yang ketat dan dia diyakini hanya dikelilingi sekelompok kecil orang dekatnya, termasuk para istri dan anak serta beberapa orang kepercayaannya.

1 dari 2 halaman

Tanpa Baghdadi, Kami akan Terus Melawan

Menurut pejabat intelijen Irak dan Amerika, Baghdadi membatasi komunikasi dengan dunia luar yang berarti organisasinya bisa berjalan tanpa banyak campur tangan langsung dari dirinya.

"Kematian Baghdadi tentu penting tapi kita tahu dari apa yang kita lihat selama ini, menghabisi sang pemimpin bukan berarti menyingkirkan organisasinya," kata Hassan Abu Hanieh, pakar kelompok ekstremisme asal Yordania. "ISIS menciptakan sebuah struktur yang tidak harus terpusat dan akan terus berjalan bahkan tanpa Baghdadi."

Dalam setahun terakhir ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di Afghanistan, termasuk bom di masjid yang menewaskan lebih dari 70 orang dan ledakan di resepsi pernikahan membunuh 63 orang, penembakan di pasar Natal di Strasbourg, Prancis yang menewaskan lima orang; bom di katedral Filipina oleh cabang ISIS di sana yang menewaskan 22 orang' serangkaian serangan bom di Sri Lanka yang menewaskan lebih dari 250 orang dan sejumlah serangan di Rusia, Mesir, Australia, dan sejumlah lokasi lain.

Umar Abu Layla, aktivis Suriah yang memimpin jaringan portal berita bernama Deir Ezzour 24, mengatakan dia berharap kematian Baghdadi bisa meruntuhkan moral para pengikutnya, meski bisa juga membuat mereka menyiapkan aksi balas dendam.

"Sejumlah sel di Eropa dan negara Barat bisa saja melancarkan serangan untuk memperlihatkan 'tanpa Baghdadi, kami akan terus melawan'," kata dia.

Pengumuman Presiden Donald Trump tentang kematian Baghdadi di Provinsi Idlib, Suriah, terjadi di tengah kondisi ISIS yang menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah wilayah yang dikuasainya di Suriah dan Irak direbut oleh pasukan Amerika dan milisi Kurdi Maret lalu.

2 dari 2 halaman

Ini Bukan Akhir, Tapi Awal dari Era Baru

Meski kekhalifahan ISIS sudah tercerai-berai namun kelompok teror ini masih mempunyai banyak pendukung dan menjalin hubungan dengan simpatisan mereka di Afghanistan, Libya, Filipina, Semenanjung Sinai di Mesir, Nigeria, dan sejumlah tempat lain.

Cabang-cabang ISIS dengan idelogi sama sebagian besar beroperasi secara independen, melancarkan serangan ke pasukan keamanan setempat, mengambil alih wilayah atau sebagian kawasan di sejumlah kota dan bertempur dengan kelompok ekstremis lain memperebutkan sumber daya logistik. Bagi pemerintahan setempat, ISIS merupakan ancaman, namun pejabat AS khawatir sejumlah cabang ISIS, seperti di Afghanistan atau Libya bisa melancarkan serangan di negara Barat.

Laporan terakhir dari inspektur jenderal operasi koalisi pimpinan AS memperkirakan ISIS masih punya anggota sebanyak 14.000 hingga 18.000 personel di Irak dan Suriah, termasuk 3.000 militan asing. Namun laporan itu memberi catatan angka itu bisa jadi berbeda karena ISIS hingga kini masih menyebar propaganda lewat media sosial untuk merekrut anggota baru.

Di Irak, mantan jenderal kontraterorisme, pejabat intelijen mengatakan kematian Baghdadi tidak akan melumpuhkan ISIS yang saat ini pelan-pelan tengah bangkit lagi di sebelah timur laut Irak.

"Ini bukan akhir, tapi awal dari era baru, zaman baru dengan nama baru dari bentuk terorisme baru," ujar Mayor Jenderal Ismail Almahalawi, veteran dalam perang melawan ISIS. (mdk/pan)

Baca juga:
Detik-detik Kematian Baghdadi, Menguak Operasi Militer AS Buru Pemimpin ISIS
Reaksi Dunia Atas Kematian Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi
Calon Pengganti Baghdadi juga Dilaporkan Tewas
Trump Jelaskan Kronologi Pemimpin ISIS al-Baghdadi Tewas Ledakkan Diri
Kode Cuitan Donald Trump di Tengah Kabar Tewasnya Pemimpin ISIS al-Baghdadi