Maskapai Emirates Butuh 4 Tahun Kembali Layani Seluruh Jalur Penerbangan Usai Pandemi

Maskapai Emirates Butuh 4 Tahun Kembali Layani Seluruh Jalur Penerbangan Usai Pandemi
DUNIA | 2 Juni 2020 15:05 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Penerbangan menjadi salah satu sektor usaha yang sangat terdampak akibat wabah Corona. Banyak karyawan terpaksa dirumahkan dan jumlah rute layanan yang dibatasi. Dibutuhkan waktu beberapa tahun ke depan bagi industri penerbangan untuk pulih, dengan catatan, vaksin Covid-19 telah ditemukan.

Seperti yang diutarakan Presiden Maskapai Emirates Tim Clark yang memperkirakan butuh waktu hingga empat tahun ke depan bagi perusahaannya bisa kembali melayani seluruh jalur penerbangan seperti sebelum wabah corona.

Dikutip Al Arabiya, Selasa (2/6), Emirates, maskapai milik negara yang berbasis di Dubai, terbang ke 157 tujuan di 83 negara sebelum pandemi dan terakhir melayani secara penuh semua rute itu pada bulan Maret.

"Saya pikir mungkin pada tahun 2022-2023, 2023-2024 kita akan melihat hal-hal yang kembali normal dan Emirates akan mengoperasikan jaringannya seperti semula dan semoga berhasil seperti dulu," kata Clark dalam wawancara webcast dengan konsultan penerbangan John Strickland.

Emirates telah memperingatkan bahwa periode saat ini akan menjadi yang paling sulit dalam 35 tahun sejarahnya dan pada hari Minggu mengatakan telah membuat beberapa staf mubazir karena dampak pandemi.

Clark yang akan meletakkan jabatannya untuk kemudian menjadi penasihat Emirates di bulan ini mengatakan, industri tersebut dapat mulai pulih pada musim panas tahun depan jika vaksin yang tersedia secara luas berhasil dikembangkan pada awal 2021.

"Kita akan mulai melihat kenaikan, permintaan yang cukup besar dalam permintaan untuk perjalanan," kata Clark, menambahkan bahwa Emirates akan dapat menyiapkan armadanya dalam waktu 48 jam jika perlu.

1 dari 1 halaman

Dia memperkirakan, permintaan kemungkinan akan terus meningkat ke tahun 2023 dan 2024 kecuali jika ada trauma besar lain terhadap ekonomi global, katanya.

Namun, Clark memperingatkan bahwa jarak secara fisik pada pesawat tidak praktis secara ekonomi dan lingkungan karena itu berarti pesawat terbang setengah kosong.

Emirates untuk saat ini akan terus meminta penumpang untuk mengenakan sarung tangan dan masker di atas kapal, katanya. (mdk/bal)

Baca juga:
Maskapai Emirates Setop Penerbangan di Seluruh Dunia
Ini Gaji Fantastis yang Didapat Pilot, Sampai-sampai Presiden Saja Lewat
11 Penumpang Luka Akibat Pesawat Emirates Alami Turbulence
Emirates Resmi Pindah Operasi ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta
5 Layanan Maskapai Termewah Saat Manjakan Penumpangnya
Maskapai Emirates Pindah ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Mulai 7 Januari

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5