Mata-mata Rusia dituding makin kurang ajar pada diplomat AS

Mata-mata Rusia dituding makin kurang ajar pada diplomat AS
Mata-mata Rusia tertangkap di Polandia. ©2014 Merdeka.com/Reuters
DUNIA | 28 Juni 2016 13:11 Reporter : Ardyan Mohamad

Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan protes terbuka atas dugaan perilaku personel intelijen Rusia pada diplomat mereka. Banyak anggota keluarga diplomat AS melapor rumahnya di Ibu Kota Moskow disantroni oleh orang-orang dari kepolisian maupun mata-mata.

Keluhan ini disampaikan oleh Elizabeth Trudeau, Juru BIcara Kementerian Luar Negeri AS. "Dua tahun terakhir gangguan serta pengawasan berlebihan terhadap staf diplomatik kami di Moskow meningkat drastis," ujarnya seperti dilansir the Telegraph, Selasa (28/6).

Beberapa gangguan yang dilaporkan misalnya kemunculan petugas kepolisian tanpa diminta ke kediaman staf dubes AS. Beberapa diplomat melaporkan rumah mereka seperti kemasukan maling, dengan ada yang mengubah perabotan, membunuh anjing peliharaan mereka, sampai buang air besar di ruang tamu.

Trudeau membenarkan adanya rangkaian gangguan pada para diplomat, yang awal pekan lalu diberitakan oleh the Washington Post. Selain menyantroni rumah para diplomat, mata-mata Rusia juga menyebar gosip buruk tentang pemerintah Amerika Serikat ke media massa.

"Kami merasa perlu menyikapi gangguan ini secara serius," kata Trudeau.

Dalam konfirmasi terpisah, Kremlin mengakui personel intelejennya bertindak berlebihan. Namun itu lebih merupakan tindakan balasan, atas gangguan aparat keamanan terhadap diplomat Rusia yang bertugas di AS.

"Kami pun merasakan gangguan tidak jauh berbeda terhadap kedubes Rusia dan kantor-kantor konsulat jenderal kami di Amerika Serikat," kata MAria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.

Saling ancam lewat mata-mata ini menurut Washington Post dipicu invasi Rusia ke Ukraina. Saat itu negara-negara Barat, dimotori oleh AS, menjatuhkan sanksi ekonomi pada Moskow.

Keberatan atas gangguan ini sudah didiskusikan langsung antara Presiden Vladimir Putin dengan Menlu John Kerry di Moskow. Namun belum jelas apakah ada kesepakatan untuk meredakan tensi saling mengganggu diplomat lewat mata-mata. (mdk/ard)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami