Deretan eksodus pengungsi terbesar di dunia karena perang

DUNIA | 11 April 2018 06:14 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Negara yang sedang mengalami konflik menjadi tak aman untuk ditinggali. Kejadian ini menjadi penyebab masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Biasanya mereka mencari negara yang terdekat, sekaligus negara yang ingin memelihara mereka.

Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) menyatakan saat ini dunia sedang mengalami krisis kemanusiaan terburuk sejak akhir Perang Dunia ke-2. Indikatornya jumlah pengungsi hingga akhir tahun lalu yang mencapai 65,3 juta orang.

Mereka tersebar ke seluruh dunia, terusir dari kampung halaman, terutama akibat perang. Pada 1945, jumlah pengungsi internasional sebanyak 60 juta jiwa. UNHCR mencatat sumber lonjakan pengungsi terbesar berasal dari Suriah dan Afghanistan.

Tidak semua migran itu terusir dari kampung halaman akibat perang. Jika dibedah lagi, maka 40,8 juta adalah pengungsi wilayah konflik, 21,3 juta mengungsi karena faktor selain perang, serta 3,2 juta adalah pencari suaka. Artinya satu dari 113 orang di muka bumi berstatus sebagai pengungsi.

Seperti dikutip Merdeka.com dari berbagai sumber, berikut eksodus pengungsi terbesar di dunia karena perang:

1 dari 3 halaman

1. Dampak perang Suriah, jutaan masyarakat Suriah mengungsi

Pengungsi Suriah. jta.org

Perang Suriah meletus pada Maret 2011, butuh dua tahun untuk 1 juta orang harus mengungsi. Satu juta pengungsi lainnya mengungsi dalam waktu enam bulan. Ada lebih dari empat juta warga Suriah melarikan diri karena terjadi perang di negara tersebut.

Satu juta di antaranya langsung mengungsi di negara terdekat. UNHCR mengatakan bahwa lonjakan kedatangan pengungsi di Turki membuat angka total pengungsi Suriah di negara-negara tetangga menjadi 4.012.000 orang. UNHCR mengatakan pada akhir Agustus 2014, pengungsi Suriah yang terdaftar baru mencapai tiga juga. Jika warga Suriah terus melarikan diri dari negaranya seperti saat ini, maka jumlahnya akan menjadi 4,27 juta pada akhir tahun.

Pada Juli 2015, data UNHCR menunjukkan, Turki menampung sekitar 1,8 juta warga Suriah akibat eskalasi konflik di daerah perbatasan Aleppo. Selain ke Turki, sebanyak 1,17 juta warga Suriah juga mencari perlindungan di Lebanon. Lalu Yordania menjadi tuan rumah bari 629.000 pengungsi Suriah, di Irak sebanyak 250.000, Mesir sebesar 132.500, dan 24.000 lainnya melarikan diri ke negara Afrika Utara lain.

2 dari 3 halaman

3. Keadaan Afghanistan tak menentu membuat masyarakat mengungsi

Pengungsi Afghanistan di Yunani. ©AFP PHOTO/LOUISA GOULIAMAKI

Pengangguran, ketidakamanan dan ketidakstabilan politik di Afghanistan menyebabkan terjadinya migrasi besar-besaran dari Afghanistan. Sekitar 1,2 juta orang mengungsi di dalam negeri, dan 2,6 juta orang terpaksa meninggalkan negara itu.

Pada 2016, PBB memperkirakan bahwa 1.000 warga Afghanistan melarikan diri dari rumah mereka setiap harinya. Mereka pergi ke Iran dan Pakistan, dan banyak juga yang menyeberang ke Eropa.

3 dari 3 halaman

2. Pengungsi Palestina terbesar pertama di Dunia Islam

Pengungsi Palestina. ©AFP PHOTO

Perang yang berkecamuk di berbagai wilayah Timur Tengah, memunculkan gelombang pengungsian besar-besar. Menurut Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern, karya John L Esposito, eksodus pengungsi orang Arab dari bagian-bagian Palestina yang dikuasai oleh Zionis Israel pada 1948-1949 berjumlah sekitar 700 ribu jiwa.

Seperempat juta lain pindah akibat perang 1967. Perang Teluk 1990-1991 menciptakan perpindahan lagi karena sebagian besar dari 350-400 ribu warga Palestina yang bekerja di Kuwait lari atau diusir ke Yordania. Dalam kurun waktu itu pula, populasi Palestina yang mencapai hampir enam juta.

Menurut catatan, di kawasan yang dikuasai Israel terdapat 730 ribu orang Palestina, 150 ribu adalah para imigran tetapi tak memiliki status pengungsi dari UNRWA, sebuah badan khusus PBB yang ditunjuk untuk menangani pengungsi Palestina. (mdk/mtf)

Baca juga:
Soal pengungsi, Kemlu RI sebut perlu kebijakan bersama antar negara Asia-Pasifik
PBB mengutuk sikap keras Hungaria terhadap pengungsi
Hindari konflik etnis, begini potret anak-anak pengungsi Kongo di kamp UNHCR
Ratusan pengungsi di Medan demo minta diberangkatkan ke negara ketiga
Menengok rumah kayu unik dan minimalis untuk pengungsi di Paris
Ada pergeseran tanah, lokasi permukiman terdampak gempa tak layak huni

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.