Media AS Tetapkan Bali dan Pulau Komodo Tidak Masuk Daftar Rekomendasi Wisata 2020

Media AS Tetapkan Bali dan Pulau Komodo Tidak Masuk Daftar Rekomendasi Wisata 2020
DUNIA | 21 November 2019 16:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Situs tentang informasi perjalanan dan wisata asal Amerika Serikat, Fodor's, membuat daftar No List atau lokasi tujuan wisata yang tak disarankan dikunjungi pada 2020. Pulau Bali dan Pulau Komodo menjadi dua di antara 13 tempat yang masuk daftar itu.

Setiap tahun, sejak 2010, situs Fodor's memakai No List untuk menyoroti masalah-masalah -- etika, lingkungan, kadang-kadang bahkan politik -- yang harus dipikirkan sebelum, selama, dan setelah bepergian.

Untuk No List tahun ini, yang dikutip dari Fodor's Rabu (20/11), situs tersebut menyoroti tempat dan masalah dasar yang akan dihadapi dalam beberapa dekade mendatang. Tetapi, pada akhirnya, keputusan mengunjungi lokasi dalam daftar tersebut sepenuhnya milik para pelancong.

Dengan demikian daftar No List, bukanlah suatu larangan. Melainkan sebuah ulasan lokasi yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

1 dari 2 halaman

Pajak Turis

rev1

Dalam situs fodors.com, Bali masuk daftar The Places That Dont Want You (or Want You in Smaller and Better Doses). Dengan kata lain, pulau itu berada menjadi lokasi yang sebaiknya tak dikunjungi.

Disebutkan bahwa Bali, pulau yang paling sering dikunjungi di Indonesia, menderita efek overtourism dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu sampai-sampai membuat pemerintah menimbang pajak turis untuk membantu memerangi beberapa efek yang lebih menyeramkan terhadap lingkungan.

Pada 2017 "darurat sampah" dideklarasikan karena jumlah plastik di pantai dan di perairan; Badan Lingkungan Hidup Bali mencatat bahwa pulau itu menghasilkan 3.800 ton sampah setiap hari, dengan hanya 60 persen berakhir di tempat pembuangan sampah - pemandangan umum sampah berserakan ketika mengunjungi pulau itu.

Bahkan akhirnya diberlakukan larangan plastik sekali pakai (tas belanja, styrofoam, dan sedotan plastik), mulai berlaku pada Desember 2018. Tahun ini, DPRD Bali tengah mengajukan aturan "pajak turis" USD 10 per pengunjung.

Sementara itu, kelangkaan air yang dipicu pengembangan villa mewah dan lapangan golf, telah berdampak pada keuntungan petani lokal.

2 dari 2 halaman

Dampak Negatif ke Lingkungan

ke lingkungan rev1

Selain dampak negatif terhadap lingkungan, pihak berwenang sekarang berupaya untuk membuat pedoman berperilaku sopan para wisatawan saat mengunjungi situs-situs keagamaan, meminta mereka agar tak memanjat situs-situs suci, dan menghormati adat serta norma budaya.

Dalam daftar tersebut, Bali bersanding dengan Barcelona, Big Sur California, Angkor Wat Kamboja, Hanoi Train Street Vietnam.

Sementara Pulau Komodo masuk daftar The Places (Rightfully) Considering Charging Large Tourist Taxes. Menyoroti besarnya pajak untuk mengunjungi lokasi wisata tersebut.

Pembatalan pihak berwenang di Indonesia untuk menutup Pulau Komodo selama satu tahun dari Januari 2020 jadi sorotan. Inisiatif yang urung diterapkan lantaran komodo yang hidup di sana tidak di bawah ancaman campur tangan wisatawan -- baik perilaku dan habitat mereka.

Kendati demikian situs Warisan Dunia UNESCO itu sedang diawasi ketat oleh pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Lingkungan dan Kehutanan.

Pemerintah berencana menerapkan aturan lain untuk memperbaiki kondisi di area destinasi wisata tersebut, termasuk pusat penelitian komodo. Usulan tersebut masih didiskusikan, termasuk membatasi jumlah pendatang dan meningkatkan pajak turis yang nilainya mencapai 1.000 dolar AS.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat bahkan sampai mengeluarkan pernyataan kontroversial beberapa waktu lalu. Ia melarang wisatawan tak berduit untuk berwisata di NTT, sebab wilayahnya dirancang untuk menjadi destinasi wisata kelas premium.

"Oleh karena itu wisatawan yang miskin jangan datang berwisata ke NTT. Karena memang sudah dirancang untuk wisatawan yang berduit," kata Viktor Laiskodat.

Pulau Komodo bersanding dalam daftar tersebut dengan Kepulauan Galapgos di Ekuador, yang terkenal dihuni oleh spesies kura-kura terbesar di dunia. Di mana para wisatawan internasional yang mengunjungi Taman Nasional Galapgos membayar biaya USD 100 per kunjungan, jauh lebih tinggi dari tiket untuk penduduk daratan Ekuador yang dikenakan hanya USD 6.

Mempertimbangkan keunikan khas pulau-pulau ini dalam memanfaatkan potensi wisata masuk akal, haruskah Anda mengunjunginya?

Sejauh mana pemerintah dan masyarakat lokal akan berusaha untuk melindungi Pulau Komodo dan Galpagos, mungkin menempatkan perspektif tentang apakah para wisatawan harus mengunjungi lokasi unik itu.

Reporter: Tanti Yulianingsih

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Jokowi Ingin Pariwisata Jadi Motor Peningkat Devisa
Angela Tanoesoedibjo: Pariwisata Selaras dengan Konservasi Alam Jadi Tantangan Utama
Pemerintah Malaysia Dorong Maskapai Terbang Langsung Kuala Lumpur ke Samarinda PP
PHRI Bantah Bali Sudah Terlalu Penuh Turis Hingga Tak Direkomendasi Dikunjungi
Banting Setir Pariwisata Indonesia di Bawah Kendali Wishnutama
Pemprov DKI Optimis Target 3 Juta Wisman 2019 Tercapai

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami