Media Australia Soroti Demo Ricuh di Papua

DUNIA » MALANG | 19 Agustus 2019 14:07 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Sejumlah media Australia dan Selandia Baru menyoroti peristiwa aksi unjuk rasa warga di Manokwari, Papua Barat dan Jayapura.

Media Special Broadcasting Service (SBS) yang 80 persen didanai pemerintah Australia mengabarkan tentang unjuk rasa massa yang membakar ban dan gedung DPRD di Manokwari sebagai bentuk protes atas penahanan sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya dan beberapa insiden di Semarang dan Malang.

Dalam pemberitaan SBS disebut pemicu kemarahan massa adalah penahanan mahasiswa Papua di Surabaya karena memiringkan tiang bendera ketika hari perayaan kemerdekaan 17 Agustus.

SBS mengutip salah satu aktivis, Albert Mungguar, yang mengatakan polisi melepaskan tembakan gas air mata kemudian menangkap 43 orang.

Wakil Gubernur Muhamad Lakotani mengatakan, pagi tadi massa membakar gedung DPRD dan memblokir jalan dengan membakar ban dan batang pohon.

©2019 AFP Photo/STR

Cuplikan tayangan di televisi memperlihatkan sekelompok orang turun ke jalan dan asap kebakaran membubung dari gedung DPRD.

Media Australia lainnya, ABC, mengangkat sudut pandang ditangkapnya sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya disertai foto korban luka di bagian wajah dan kaki.

"Empat puluh tiga mahasiswa ditangkap dan dibawa ke kantor polisi di Surabaya Sabtu lalu karena ada klaim bendera Indonesia ditemukan di selokan. Mereka lalu dibebaskan 9 jam kemudian tanpa dakwaan," kata laporan ABC.

Sementara media Selandia Baru, RNZ, juga melaporkan peristiwa demo di Manokwari hari ini.

Ujaran rasisme dan pelecehan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya memicu unjuk rasa di Jayapura, Manokwari, Sorong, dan beberapa kota di Papua hari ini, kata RNZ.

Media Selandia Baru ini mengabarkan, mahasiswa Papua di Surabaya diteriaki ucapan bernada rasis oleh sejumlah massa di luar asrama mereka pada Jumat lalu. Massa berkumpul di laur asrama setelah ada dugaan seorang mahasiswa membuang bendera Indonesia ke selokan.

Mahasiswa-mahasiswa Papua kemudian terkepung di asrama sampai aparat kepolisian bersenjata lengkap mendatangi lokasi melepaskan tembakan gas air mata dan menangkap 43 orang dari mereka. Malam itu juga mereka dibebaskan tanpa dakwaan meski ada lima orang yang mengalami luka saat ditangkap. (mdk/pan)

Baca juga:
Gubernur dan Kapolda Jabar Tegaskan Jamin Keamanan Warga Papua
Wapres JK Minta Kejadian di Malang dan Surabaya Picu Rusuh di Papua Diselesaikan
JK Mau Insiden Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua Hingga Rusuh di Manokwari Diusut
Wiranto Apresiasi Sikap Gubernur Papua & Papua Barat Tak Ingin Situasi Terus Memanas
Wiranto Usut Penyebab Ricuh di Papua Barat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.