Menelisik Potensi Perang China-India di Perbatasan Himalaya

Menelisik Potensi Perang China-India di Perbatasan Himalaya
DUNIA | 18 Juni 2020 07:21 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ketika beberapa komentator menyerukan balas dendam, pemerintah India masih bungkam pada Rabu terkait bentrokan dengan tentara China di daerah perbatasan yang disengketakan di Himalaya. Militer India menyebut 20 tentaranya tewas dalam insiden itu.

Sebuah surat kabar resmi Partai Komunis mengatakan bentrokan itu terjadi karena India keliru menilai kekuatan dan keinginan tentara China dalam merespons. Global Times, yang sering mencerminkan pandangan nasionalistis dalam kepemimpinan partai, mengatakan China tidak mengungkapkan apakah ada korban dalam pertempuran untuk menghindari perbandingan dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Pasukan keamanan India mengatakan tidak ada pihak yang melepaskan tembakan dalam bentrokan di wilayah Ladakh Senin malam yang merupakan konfrontasi mematikan pertama di perbatasan yang disengketakan antara India dan China sejak 1975.

Sementara para ahli mengatakan kedua negara tidak mungkin mengarah ke perang, mereka juga meyakini akan sulit meredakan ketegangan dengan cepat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan India, Kolonel Aman Anand tidak segera menanggapi pertanyaan tentang situasi pada Rabu atau apakah ada pembicaraan yang direncanakan untuk meredakan ketegangan.

"Ini kemungkinan akan menjadi momen penting dalam hubungan India-China dan geopolitik Indo-Pasifik," jelas Direktur Program Asia The Wilson Center, Abraham Denmark, dikutip dari Times of Israel, Rabu (17/6).

"Kami telah melihat bentrokan paling mematikan di perbatasan China-India dalam lebih dari 50 tahun, kedua negara dipimpin oleh orang-orang yang menganut nasionalisme, dan kedua negara menghadapi pergolakan domestik dan internasional yang luar biasa sebagai akibat Covid-19 dan masalah lama lainnya," lanjutnya.

Baca Selanjutnya: Dua Kekuatan Nuklir...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami