Menelusuri Teka-teki Dari Mana Mobil Mewah Kim Jong-un Ketika Korut Masih Kena Sanksi

DUNIA | 19 Juli 2019 07:49 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kerap terlihat menumpangi limosin hitam berlapis baja, mobil yang biasa dipakai para pemimpin dunia di negara Barat.

Kim menumpangi mobil mewah itu ketika dia melewati jalanan Singapura, Hanoi, dan Valdivostok sewaktu menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Terkadang sejumlah pengawal juga bersiaga di samping mobil itu.

Dikutip dari laman the New York Times, Selasa (16/7), mobil mewah yang ditumpangi Kim adalah termasuk lima mobil teratas andalan Mercedes Benz--Maybach S600 Pullman Guard dan Maybach S62, cukup populer di kalangan pemimpin dunia dan harganya mencapai USD 1,6 juta per unit. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana seorang Kim Jong-un bisa menikmati mobil berkelas itu di tengah berbagai sanksi ekonomi terhadap Korea Utara?

Barang-barang mewah itu, menurut penelitian sebuah lembaga nirlaba di Washington, Pusat Studi Pertahanan dan harian the New York Times, masuk ke Korut melalui rangkaian sistem pemindahan dari sejumlah pelabuhan, pengiriman rahasia tingkat tinggi dan perusahaan fiktif.

Para pejabat Amerika mengatakan satu-satunya tekanan serius terhadap Pyongyang adalah melalui sanksi tegas. Dalam pertemuan di Hanoi, Vietnam Februari lalu, Kim meminta Trump mencabut sejumlah sanksi utama yang kian diperketat sejak akhir 2016.

Atas permohonan dari pemerintahan Presiden George W Bush, PBB pada 2006 menerapkan sanksi yang yang melarang barang mewah masuk ke Korut.

Namun, masih menurut laporan yang dirilis kemarin itu, sejak 2015 hingga 2017, sebanyak 90 negara menjadi pemasok barang mewah bagi warga Korut. Lebih mengejutkan lagi, jaringan dan rantai pasokan kiriman barang itu semua melalui wilayah negara Dewan Keamanan PBb dan sekutu Amerika, seperti China, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan.

REUTERS

Bagi para pejabat yang ingin menerapkan sanksi kepada Korut, penting untuk melacak jalur penyelundupan barang mewah itu, terutama barang langka semacam mobil berlapis baja, karena Korut juga memakai cara yang sama untuk meraih dwifungsi teknologi bagi program senjata nuklir. Sejumlah pengamat mengatakan Korut masih melanjutkan program pengayaan uranium untuk meningkatkan persenjataan hingga diperkirakan mencapai 30-60 hulu ledak nuklir.

"Dalam hal menghindari sanksi, Korut mengandalkan sebuah kelompok kecil yang para individunya terpercaya dan menerima perintah negara, baik itu barang mewah atau komponen untuk pembuatan rudal," kata Neil Watts, pakar maritim dan pendiri panel PBB soal kesepakatan penegakkan hukum di kampus tadi itu.

Panel PBB mengetahui melalui laporan tahunannya, mobil Mercedes Benz dan Rolls Royce Phantom saat ini ada di Pyongyang. Oktober lalu di Pyongyang, Kim keluar dari Rolls Royce Phantom menyambut kedatangan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Perjalanan sepasang mobil mewah Mercedes Maybach dari Eropa ke Asia Timur itu menggambarkan bagaimana jaringan transportasi pengiriman barang mewah bekerja. Pusat Studi Pertahanan dan New York Times melacak rangkaian pengiriman mobil itu melalui lima negara menggunakan materi open-source, termasuk catatan pengiriman dan citra satelit.

Wawancara dengan sejumlah pejabat dan pengusaha membenarkan sebagian rincian dari jaringan pengiriman mobil itu. Februari lalu aparat Korea Selatan menyita sebuah kapal milik orang Rusia yang membawa mobil mewah itu.

Perjalanan sepasang mobil Mercedes itu bermula dari pelabuhan di Rotterdam, Belanda. Menurut catatan pelacakan kargo, Juni 2018 dua kontainer tertutup, masing-masing memuat sebuah Mercedes berharga USD 500.000, dibawa dengan truk ke sebuah terminal pelayaran. Kedua kontainer itu disimpan di terminal milik China Cosco Shipping Corporation. Belum diketahui siapa yang membeli sepasang Mercedes itu. Daimler, perusahaan induk Mercedes, mengatakan mereka melacak latar belakang pembeli potensial untuk memastikan perusahaan mereka tidak melanggar hukum karena menjual ke pihak yang dikenai sanksi.

New York Times

Kedua mobil itu berlayar selama 41 hari ke Dalian, sebelah timur laut China. Muatan kontainer lalu dikeluarkan ketika kapal sudah tiba pada 31 Juli. Tapi kedua mobil itu masih berada di pelabuhan sampai 26 Agustus. Kemudian kedua mobil itu kembali masuk kapal untuk dibawa ke Osaka, Jepang. Dari sana kedua mobil itu dipindahkan lagi ke kapal lain untuk berlayar tiga hari ke Busan, Korea Selatan dan tiba pada 30 September.

Kemudian datanglah rute paling misterius dari perjalanan sepasang mobil mewah itu. Kontainer berisi mobil itu lalu dipindahkan hari itu juga ke DN5505, sebuah kapal kargo yang berlayar dengan bendera Togo, negara di Afrika Barat, menuju Nakhodka di sebelah timur jauh Rusia. Pada rute ini kedua mobil itu masuk dalam daftar barang Do Young Shipping, perusahaan yang terdaftar di Marshall Islands yang memiliki DN5505 dan satu kapal lain yaitu kapal tanker Katrin berbendera Panama.

Menurut data dokumen dan wawancara, kepemilikan Do Young sesungguhnya tidak jelas tapi punya hubungan dengan seorang pebisnis Rusia, Danil Kazachuk. Pejabat eksekutif di Han Trade dan AIP Korea, badan pelayaran Korea Selatan yang bekerja dengan dua kapal itu mengatakan Kazachuk adalah pemilik kapal Do Young dan Katrin. Dokumen yang diperoleh Pusat Studi Pertahanan memperlihatkan Kazahuk masuk daftar pemilik kapal Katrik sela satu bulan pada 2018.

Kapal yang memuat dua mobil Mercedes itu awalnya bernama Xiang Jin, lalu kemudian diganti namanya menjadi DN5505 dan kepemilikannya dialihkan dari sebuah perusahaan yang terdaftar do Hong Kong ke Do Young pada 27 Juli, beberapa hari sebelum kedua mobil itu tiba di Dalian.

Setelah meninggalkan Busan pada 1 Oktober dengan membawa dua sedan mewah itu, kapal Do Young kemudian menghilang--alat sistem identifikasi otomatis tiba-toiba berhenti mengirimkan sinyal. Praktik semacam ini lazim dilakukan jika suatu kapal ingin menghindari pelacakan atau sanksi.

Sinyal itu mati selama 18 hari. Ketika menyala lagi, kapal itu sudah berada di perairan Korea Selatan. Kini kapal itu dalam perjalanan kembali pulang dari Busan, tapi memuat 2.588 metrik ton batu bara, yang kemudian dibongkar muat di sebuah pelabuhan Korsel lain, Pohang.

Catatan Bea Cukai di Korsel memperlihatkan kapal itu membawa batu bara dari Nakhodka, kata laporan Pusat Studi Pertahanan. Kota Pelabuhan Nakhodka dekat dengan Valdivostok, tempat asal Kazachuk. Data keluar masuk kapal dan informasi dari pejabat eksekutif pelayaran menyatakan kapal itu melaporkan tujuan berikutnya adalah Nakhodka setelah meninggalkan Busan dengan membawa dua sedan itu.

Namun laporan Pusat Studi Pertahanan tidak menyebut apa yang sebetulnya terjadi di sana dengan mobil-mobil itu. Sejumlah peneliti mengatakan ada kemungkinan kedua mobil itu diterbangkan dari Rusia ke Korea Utara. Pada 7 Oktober, tiga pesawat jet kargo dari Air Koryo, maskapai Korut, tiba di Vladivostok, menurut data pelacakan penerbangan dan sebuah video di dunia maya (hari itu bertepatan dengan saat Kim menumpang Rolls-Royce di jalanan Pyongyang untuk bertemu dengan Pompeo).

Terbangnya pesawat kargo Korut ke Vladivostok termasuk jarang terjadi. Jet kargo itu rupanya pesawat yang sama dengan sewaktu kendaraan Kim diterbangkan keluar Korut, berdasarkan nomor ekor pesawat.

"Dengan kapasitas pesawat kargo yang besar itu dan pengalaman membawa limosin Kim, cukup masuk akal kalau kargo itulah yang membawa dua sedan Mercedes mewah itu," kata laporan Pusat Studi Pertahanan.

Baca juga:
Menunggu Godot dari Hasil Pertemuan Trump-Kim di Korut
Trump-Kim Jong-un Sudah 12 kali Berkirim Surat
Keakraban Xi Jinping dan Kim Jong-un Bertemu di Pyongyang
Donald Trump Terima Surat 'Indah' dari Kim Jong-un
Begini Cara Foya-foya Kim Jong Un Pada Hartanya Bernilai Puluhan Triliun

(mdk/pan)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com