Menengok Pileg dan Pilpres 2019 di Brunei, Disebut Paling Ramai Sepanjang Sejarah

DUNIA | 15 April 2019 16:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Lebih dari 11.000 WNI di Brunei Darussalam memadati halaman KBRI Bandar Seri Begawan, Minggu (14/4). Mereka berbondong-bondong datang untuk memberikan suara bagi calon presiden, calon wakil presiden, serta calon anggota legislatif Pemilu 2019.

Mereka datang dari empat daerah di Brunei yakni Tutong, Temburong, Bandar Muara, dan Kuala Belait. Mereka tumpah ruah memadati halaman dan jalan sekitar KBRI Bandar Seri Begawan.

"Alhamdulillah Pemilu di Brunei berjalan lancar atas kerja sama bersama KBRI, Panitia Pemilihan Luar Negeri, Panwaslu, Polisi Brunei, serta relawan masyarakat. Kami sempat mengalami membludaknya pemilih khusus yang belum terdaftar, tetapi semua sudah teratasi dengan baik," ujar Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Menurut penghitungan sementara, total 11.866 WNI di Brunei telah menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Serentak 2019 atau mencakup 65 persen dari jumlah pemilih tetap. Jumlah pemilih yang hadir ini melebihi Pemilu 2014 yang mencapai lebih dari 6.000 WNI.

Guna memfasilitasi antusiasme ribuan warga tersebut, PPLN dan KBRI telah menyediakan bus gratis dari Kuala Belait, Seria, Tutong, dan Labi; bis shuttle dari parkir Indoor Stadium ke KBRI; serta penggantian tiket jetty boat dari Temburong ke Bandar Seri Begawan.

Ramainya warga membuat kemacetan yang mengular hingga radius 1 kilometer dari KBRI, memenuhi Kedutaan Filipina, Korea dan Kemenbudpora Brunei yang letaknya tidak jauh dari KBRI Bandar Seri Begawan.

Beberapa warga juga merasakan Pemilu kali ini lebih ramai dari beberapa pemilu sebelumnya.

"Sudah tiga puluh tahun saya tinggal di Brunei, ini adalah pemilu yang paling ramai dan meriah. Saya juga senang melihat banyak relawan yang terlibat membantu pelaksanaan pemilu, semua berpartisipasi," ucap Sansa, salah satu WNI yang menetap di Brunei.

Raut gembira para pemilih nampak sepanjang pemilu bahkan pada penutupan pemilu yang terlaksana secara jujur, adil, terbuka, dan transparan pada pukul 18.00 petang.

Penghitungan suara hasil pemilu akan dilaksanakan pada 17 April 2019 pukul 14.00 siang, serentak dengan penghitungan di Indonesia.

Guna memastikan transparansi dan keamanan pemilu, setiap TPS dan ruang penyimpanan kotak suara dilengkapi dengan CCTV. Usai pemungutan suara, kotak suara hasil pemilihan suara digembok oleh semua KPPSLN disaksikan oleh PPLN, Panwaslu, Saksi, Tim Polri, KBRI dan diletakkan dalam ruang penyimpanan yang disegel.

Sebagai salah satu negara destinasi pekerja migran Indonesia, Brunei memiliki populasi WNI yang cukup signifikan.

Berdasarkan catatan imigrasi Brunei, terdapat sekitar 28.000 warga Indonesia di negara berpenduduk 423.000 orang tersebut. Tercatat 18.215 WNI yang masuk ke dalam DPT, dengan 16.594 warga memilih lewat TPS dan 1.621 warga memilih lewat pos.

Baca juga:
KPU: Surat Suara Tercoblos di Malaysia Tidak akan Dihitung
Catat! Begini Aturan Wajib Diingat Masyarakat Jelang Pencoblosan
Wilayah Termarjinalkan di Tangsel Terdeteksi Rawan Politik Uang
Terendam Banjir, 682 Kotak Suara Kardus di Bogor Rusak
Hari Tenang, PKS Minta KPU Tak Ikut Tenang Lihat Potensi Kecurangan
Jelang Pencoblosan, Lebih dari 800 Kotak Suara Hancur di Bogor

(mdk/noe)